Seiring perkembangan industri konstruksi, penting untuk memastikan proyek diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan berdasarkan dari segi biaya, mutu dan waktu. Evaluasi terhadap metode yang digunakan dalam proyek serta peninjauan ulang terhadap desain proyek dapat memberikan alternatif untuk memperoleh penghematan biaya tanpa mengurangi mutu pekerjaan, salah satunya dengan menerapkan metode rekayasa nilai. Penerapan rekayasa nilai dilakukan pada Proyek Pembangunan Perpustakaan dan Arsip BPSDMD Ambulung. Proyek pembangunan ini terdiri dari 1 lantai dan bernilai sebesar Rp.800.002.838,40. Tahapan penerapan rekayasa nilai melibatkan identifikasi pekerjaan berbiaya tinggi, analisis fungsi, pengembangan alternatif, evaluasi dengan metode Zero-One, analisis biaya daur hidup, dan rekomendasi alternatif desain. Setelah dilakukan analisis rekayasa nilai pada proyek Pembangunan Perpustakaan dan Arsip BPSDMD Ambulung, terdapat salah satu item pekerjaan yang memiliki potensi biaya tidak diperlukan paling besar yaitu pekerjaan pasangan dinding. Penghematan biaya konstruksi yang didapat dari pekerjaan pasangan dinding adalah sebesar Rp.1.202.560,71 dari total biaya pekerjaan pasangan dinding (Rp. 233.554.229). Sedangkan penghematan biaya daur hidup (LCC) yaitu sebesar Rp. 816.762,62.
Copyrights © 2024