Penelitian ini bertujuan untuk memberikan panduan komprehensif bagi para seniman dan profesional di industri animasi dan grafik komputer dalam memilih render engine yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Tujuan khusus penelitian ini adalah mengidentifikasi perbedaan kualitas visual antara render engine Eevee dan Cycles, mengukur efisiensi waktu render kedua engine dalam berbagai skenario, menilai performa hardware yang dibutuhkan oleh masing-masing engine, dan memberikan rekomendasi berdasarkan analisis komparatif untuk berbagai aplikasi praktis. Untuk mencapai tujuan ini, peneliti telah melakukan serangkaian uji coba dan analisis terhadap kedua engine menggunakan skenario yang mewakili berbagai kasus pengguna. Penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimental dan analisis komparatif untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Metode yang diterapkan mencakup pengumpulan data dengan membangun adegan uji yang mencakup berbagai elemen grafis seperti tekstur, pencahayaan, dan kompleksitas objek, serta melakukan render adegan tersebut menggunakan Eevee dan Cycles pada perangkat keras yang sama demi menjaga konsistensi. Pengukuran dan analisis akan dilakukan dengan mengukur waktu render yang dibutuhkan oleh masing-masing engine untuk setiap adegan, mengevaluasi kualitas visual hasil render melalui perbandingan side-by-side dan metrik kualitas gambar objektif, serta mencatat penggunaan sumber daya perangkat keras selama proses render. Data yang diperoleh diolah menggunakan perangkat lunak analisis statistik untuk menyusun laporan yang menguraikan temuan utama, perbandingan kualitas dan efisiensi, serta rekomendasi praktis. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan yang bermanfaat bagi pengguna Blender dalam memilih antara menggunakan Eevee atau Cycles sesuai kebutuhan mereka.
Copyrights © 2024