Pendidikan inklusif bertujuan memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua siswa, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan pendidikan inklusif di SMA Negeri 2 Kota Serang, khususnya proses pelaksanaan, tantangan, dan faktor pendukungnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi untuk mengumpulkan data dari kepala sekolah, guru BK, guru mata pelajaran, wali kelas, siswa, dan orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ini mencakup penerimaan siswa inklusif melalui PPDB, koordinasi antar pemangku kepentingan, dan pemberian informasi kepada guru. Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya pelatihan, sumber daya, dan pemahaman yang beragam di antara guru, serta keterbatasan fasilitas fisik yang belum sepenuhnya mendukung aksesibilitas siswa berkebutuhan khusus. Meskipun demikian, upaya menciptakan lingkungan psikologis yang inklusif telah dilakukan. Kesimpulannya, keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan inklusif memerlukan peningkatan pelatihan guru, keterlibatan aktif orang tua, serta penguatan kolaborasi dan komunikasi antar pemangku kepentingan.
Copyrights © 2024