Penyakit nematoda (nematodiasis) merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi cacing pada tubuh hewan, baik pada saluran pencernaan, pernafasan, organ hati, maupun pada bagian tubuh lainnya. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomis yang mengakibatkan penurunan berat badan bahkan dapat menyebabkan kematian. Salah satu kendala dalam pengendalian helmintiasis di Indonesia adalah munculnya resistensi akibat obat-obatan anthelmintik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian daun A. indica terhadap nilai EPG cacing pada sapi Bali (Bos sondaicus) di Desa Kalijaga Timur kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur. Jumlah sampel yang digunakan pada penelitian ini adalah 18 ekor dengan kriteria antara lain: umur 2-4 tahun, mempunyai nilai EPG (Egg per Gram of faeces) ≥ 500. Standar tingkat keparahan infeksi cacing. Dalam penelitian ini terdapat 3 perlakuan diantaranya, pemberian daun mimba dan pemberian anthelmintic (wormzol-k), dan perlakuan kontrol (tanpa pemberian anthelmintik maupun daun mimba. Hasil pemeriksaan awal pada populasi ternak berhasil mengidentifikasi beberapa jenis cacing di antaranya adalah: Trichostrongylus sp., T.vitulorum sp., Oesophagustomum sp. dan Chabertia sp. Pemberian daun mimba sebagai pakan tambahan 1:10/ kg pemberian menunjukkan hasil yang sangat baik. Individu ternak yang sebelumnya positif mengandung telur cacing Trichostrongylus sp dan T. vitulorum tidak ditemukan kembali pasca pemberian daun mimba selama 10 hari berturut-turut. Pemberian anthelmintik albendazol (wormzole B) sebagai perlakuan kontrol menunjukkan hasil yang cukup efektif. Jenis cacing seperti Oesophagustomum sp. tidak ditemukan pada post test perlakuan Adapun jenis Trichostrongylus sp. masih ditemukan pada beberapa individu sampel dalam jumlah yang sedikit dibandingkan jumlah awal sebelum perlakuan. Tanpa adanya perlakuan pemberian anthelmintik pada sapi bali mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah telur cacing pada sapi bali di bandingkan data jumlah EPG sebelum perlakuan pada beberapa jenis cacing seperti Trichostrongylus sp, T. vitulorum dan Chabertia sp. sedangkan cacing yang tidak ada peningkatan adalah Oesophagustomum sp. Berdasarkan hasil dapat disimpulkan bahwa pemberian asupan daun mimba mampu menurunkan nilai EPG nematoda saluran pencernaan pada sapi Bali (Bos sondaicus) di desa Kalijaga Timur, Kecamatan Aikmel, Kabupaten Lombok Timur.
Copyrights © 2024