Joint umumnya digunakan pada struktur rangka bangunan dan jembatan, pengencang pada struktur memiliki kekuatan dan ketahanan yang berbeda berdasarkan berbagai faktor seperti geometri joint dan sifat mekanik material. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengeksplorasi potensi joint dengan menggunakan hierarchical suture dari tengkorak rusa. Berbagai metode digunakan untuk mengatasi permasalahan joint seperti faktor geometrik dan sifat mekanik material agar dapat menahan beban-beban yang dikenakan pada struktur, geometri tulang dari jahitan tengkorak yang menyerupai bentuk segitiga inilah yang menjadi sumber inspirasi desain dalam struktur khususnya joint. Analisis desain dilakukan menggunakan simulasi ANSYS dengan variasi berupa ordo 1 dan ordo 2 serta variasi sudut 30◦, 45◦, dan 60◦ guna mencari desain joint yang optimal dalam menahan deformasi tegangan dan regangan. Hasil simulasi yang memberikan desain terbaik dalam menahan deformasi, tegangan, dan regangan yaitu desain dengan ordo 1 sudut 60◦ dan desain dengan ordo 2 sudut 60◦. Jumlah ordo akan mempengaruhi sifat mekanik dan menambah kekuatan joint sedangkan sudut akan mempengaruhi pendistribusian gaya pada joint.Kata kunci: bio-inspired, hierarchical sutures, FEM (Finite Element Methods).
Copyrights © 2024