Numerasi peserta didik khususnya di Madura masih perlu ditingkatkan. Salah satu strategi untuk melatih numerasi yakni membiasakan peserta didik menghadapi persoalan matematika. Namun, guru masih kesulitan menemukan referensi soal yang kontekstual. Fokus penelitian ini yaitu untuk mengembangkan e-assessment numerasi yang valid, reliabel, dan praktis. Model pengembangan yang digunakan adalah ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation). Teknik pengumpulan data dengan wawancara, angket kebutuhan dan karakteristik peserta didik digunakan untuk menghimpun informasi tentang kebutuhan e-assesment numerasi, lembar validasi untuk menilai kevalidan e-assesment, serta angket kepraktisan untuk mengukur tingkat kepraktisan e-assesment. Penelitian pengembangan ini melibatkan 4 ahli pendidikan matematika, 2 guru matematika, 3 peserta didik kelas VIII pada uji coba perorangan, 10 peserta didik kelas VIII pada uji coba kelompok kecil, dan 65 peserta didik kelas VIII pada tahap implementasi. Teknik analisis data meliputi validitas Aiken, reliabilitas pakar dengan rumus Borich, dan persentase kepraktisan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal numerasi dinyatakan valid dengan skor validitas 0,93, dan reliabel dengan skor 90,60%. Hasil angket kepraktisan oleh guru dan peserta didik menunjukkan e-assessment sangat praktis dengan skor kepraktisan berturut-turut 90,63% dan 91,03%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa e-assessment konteks kearifan lokal Madura valid, reliabel, dan sangat praktis diimplementasikan untuk melatih numerasi peserta didik.
Copyrights © 2024