Tujuan pengajaran kimia di sekolah menengah atas adalah agar membekali para siswa dengan pengetahuan serta kemampuan praktis. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi tantangan, terutama minimnya penggunaan LKPD yang disusun dengan kontekstual serta berbasis budaya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat LKPD asam-basa berbasis PBL yang dikombinasikan dengan Pengajaran Responsif Budaya (CRT) untuk mengatasi masalah ini. Model PBL mendukung peserta didik memecahkan masalah nyata, sementara CRT mengaitkan pembelajaran dengan budaya lokal. Jenis penelitian yang dipakai ialah Educational Design Research (EDR) menggunakan moda pengembangan Plomp, meliputi tahapan pendahuluan, membentuk prototipe, serta penilaian. Dalam penelitian berikut hanya dibatas hingga tahapan pengembangan prototipe, yakni pada uji praktikalitas produk yang telah dikembangkan. Instrumen penelitian yang diterapkan meliputi uji validitas serta uji praktikalitas. Validitas LKPD dinilai memakai skala Aiken’s V, dengan melibatkan lima validator yang tersusun atas dosen dan guru kimia. Hasil uji validitas membuktikkan nilai rata-rata sebesar 0,86, yang termasuk dalam kategori valid. Sementara itu, praktikalitas diuji melalui angket yang melibatkan dua guru kimia serta sembilan siswa. Hasil uji membuktikkan tingkat kepraktisan sebesar 96% (sangat praktis) berlandaskan penilaian pendidik serta 83% (praktis) berdasarkan penilaian peserta didik, dengan mempertimbangkan aspek mudahnya pemakaian, daya tarik, efisiensi, dan manfaat pembelajaran. Perolehan penelitian membuktikkan bahwasannya LKPD asam-basa berbasis PBL terintegrasi CRT valid serta praktis diterapkan pada pembelajaran kimia. Penelitian berikut memberikan solusi inovatif untuk menciptakan pembelajaran kimia yang makin kontekstual, berarti, serta sesuai pada keseharian siswa, khususnya dalam materi asam-basa di SMA.
Copyrights © 2025