AIDS adalah penyakit yang disebabkan oleh virus Human Imunodeficiency Virus (HIV). Virus ini menyerang sel CD4, mediator utama respons imun manusia, yang mengatur sistem kekebalan humoral seluler dan kekebalan seluler terhadap infeksi. Jika virus tidak ditangani dengan segera dan dengan benar, virus HIV akan terus menyerang sel CD4, menyebabkan sistem kekebalan tubuh menurun. Kadar hemoglobin dapat turun sebagai akibat dari penurunan sel CD4 atau infeksi opportunistik. Antiretroviral.Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kadar CD4 dengan kadar Hemoglobin pada penderit HIV/AIDS yang menjalani terapi Antriretroviral rutin di RSUD Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Teknik pengambilan sampel menggunakan Teknik pengambilan sampel Non probability sampling dengan metode Purposive sampling. Sampel dan data rekam medik diambil dari pasien rawat inap sebanyak dari 41 orang penderita. Penelitian dilaksanakan tanggal 19-29 juni 2024 di laboratorium Biomolekuler dan poli VCT RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil : pada penelitian ini hasil rata rata pemeriksaan CD4 adalah 122 sel/mm3dengan hasil terbanyak <200 sel/mm3 sebanyak 35 orang penderita. Hasil hemoglobin memiliki rata rata hasil terbanyak <12 g/dl dengan jumlah 35 orang penderita. Dengan uji spearman didapatkan hasil hubungan kadar CD4 dan hemoglobin p-value : 0,23 yang dimana <0,05 dan spearman correlatin r=.429. Kesimpulan : Terdapat hubungan yang signifikan sedang antara jumlah CD4 dengan kadar hemoglobin pada penderita HIV/AIDS yang menjalani terapi antiretroviral rutin.
Copyrights © 2024