cover
Contact Name
La Ode Marsudi
Contact Email
marsudi@itkeswhs.ac.id
Phone
+6285273563932
Journal Mail Official
jutelmo@itkeswhs.ac.id
Editorial Address
Jl. Kadrie Oening No. 77 Samarinda, Kalimantan Timur
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
ISSN : 28099036     EISSN : 28100794     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Teknologi Laboratoium Medik Borneo adalah jurnal akses terbuka yang diterbitkan dua kali setahun oleh Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda. Jurnal ini merupakan media publikasi penelitian tentang segala aspek ilmu Teknologi Laboratorium Medik yang inovatif, kreatif, orisinal dan berbasis ilmiah. Topik yang diangkat meliputi Hematologi, Kimia Klinik, Imunologi, Sitohitoteknologi, Bakteriologi, Parasitologi, dan Toksikologi Klinik
Articles 58 Documents
SKRINING MALARIA MENGGUNAKAN RAPID DIAGNOSTIC TEST DI PUSKESMAS MUARA KOMAM Salsabila, Zulfa Zahra; Susanto, Zaenal Adi; Kamil, Kamil
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.796

Abstract

Malaria masih menjadi masalah Kesehatan baik di dunia maupun di Indonesia kaeena angka kesakitan dan kematiannya yang cukup tinggi. Kabupaten Muara Komam merupakan salah satu daerah di Kalimantan Timur yang masih menjadi daerah endemis malaria. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat gambaran pemeriksaan malaria berdasarkan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) menggunakan sampel yang berasal dari Puskesmas Muara Komam. Penelitian ini merupakan penelitian desktiptif. Penelitian dilakukan di Puskesmas Muara Komam, Kecamatan Muara Komam Kabupaten Paser pada bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2019. Jumlah responden yang didapat dalam penelitian ini sebanyak 55 orang. Hasil penelitian menunjukkan dari keseluruhan responden didapatkan hasil RDT positif malaria sebanyak 18,18%. Sebanyak 40% dari hasil pemeriksaan RDT malaria positif disebabkan oleh P. falciparum, 30% disebabkan oleh P.vivax, dan 30% merupakan infeksi campuran (mix infection). Perlu dilakukan studi lanjut mengenai pemeriksaan malaria dengan menggunakan metode mikroskopik dengan apusan darah tebal dan tipis untuk menentukan spesies Plasmodium yang menginfeksi secara pasti.
Status Derajat Klinis dan Hematologi Pasien Talasemia di Kota Samarinda Susanto, Zaenal Adi; Harianja, Edison; Salsabila, Zulfa Zahra
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.797

Abstract

Thalassemia merupakan salah satu kelainan genetik yang cukup banyak ditemui di seluruh dunia. Diperkirakan 3-10% masyarakat Indonesia adalah pembawa sifat thalassemia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui gambaran derajat klinis dan nilai hematlogis pada pasien thalassemia di kota Samarinda, Kalimantan Timur. Subyek penelitian adalah 37 orang pasien thalassemia-beta yang terdaftar di POPTI samarinda. Studi ini dilakukan di RSUD I.A Moeis Samarinda dengan memberikan penjelasan dan Informed consent kepada semua calon responden.. Pengeukuran derajat klinis pasien talasemia menggunakan formulasi Mahidol scoring sedangkan pengukuran nilai hematologis menggunakan alat Hematology analyzer. Hasil studi didapatkan perbandingan laki-laki dan perempuan 49%:51%, rentang usia 4 tahun – 56 tahun dengan rerata usia 14 tahun. Persentase status derajat klinis pasien talasemia-beta secara berturut turut adalah Ringan: 16,2%; Sedang: 78,4% dan Berat:5,4%. Nilai hematologis rerata pada pasien Talasemia adalah : Hb:7,8 g/dL; Jumlah Eritrosit: 3,4x106/µL ; MCV:71,9 fL; MCH: 71,9 pg dan MCH: 32,3 gr/dL. Studi ini menyimpulkan bahwa sebagian besar (78,4%) pasien talasemia di Kota Samarinda berstatus derajat klinis Sedang, sedangkan rerata nilai hematologis pasien talasemia berada dibawah nilai normal.
Evaluasi Kadar Hemoglobin Pada Pasien Covid-19 Di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie Marsudi, La Ode; Irwadi, Didi; Wahid, Rifky Saldy A.
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.801

Abstract

Diketahui bahwa infeksi Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2) merupakan penyebab Covid-192 dan 10-20% pasien Covid-19 mengalami sindrom pernapasan akut parah dengan kegagalan berbagai organ dan dapat menyebabkan kematian. Infeksi SARS-CoV-2 pada pasien Covid-19 dapat menyebabkan perubahan nilai hematologi. Kadar hemoglobin yang rendah pada pasien Covid-19 menjadi faktor risiko terjadinya komplikasi, disfungsi organ, dan kematian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin pada pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie. Metode penelitian ini merupakan retrospective study. Hasil penelitian didapatkan ada 99 pasien Covid-19 dengan 58,6% laki-laki dan 41,4% perempuan, terbanyak pada kelompok umur 46-55 tahun ada 27,2% dan kelompok umur 56-65 tahun ada 25,2%. Ada 42,4% pasien Covid-19 memiliki kadar hemoglobin rendah dengan kadar hemoglobin terendah 4,9 gr/dl dan ada 2% pasien Covid-19 memiliki kadar hemoglobin tinggi dengan kadar tertinggi 18,4 gr/dl dengan rata-rata 13,17 gr/dl. Penelitian ini menyimpulkan bahwa 42,4% pasien Covid-19 yang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie mengalami anemia.
Pemeriksaan Alpha-Fetoprotein (AFP) Metode ELFA Menggunakan Alat Vidas Biomerieux Di Laboratorium Immuno Serologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda Raudah, Siti; Kamil, Kamil; Kamil, Muhammad
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.813

Abstract

Hepatoma (karsinoma hepatoseluler) adalah kanker yang berasal dari sel-sel hati. Pemeriksaanya berupa ultrasonografi (USG), Computed Tomographic Scanning (CT Scan), Magnetic Resonance Imaging (MRI) dan kimia Alpha-Fetoprotein (AFP) untuk menegakkan diagnosis dan mengetahui ukuran tumor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan AFP metode ELFA menggunakan alat VIDAS biomerieux di Laboratorium Imunoserologi RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Metode penelitian ini merupakan studi observasi laboratorium. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 85 sampel dengan 62 sampel (72,9%) memiliki kadar AFP normal dan 23 sampel (27,1%) memliki kadar AFP tidak normal. Kesimpulan dalam penelitian ini bahwa 27,1% pasien yang melakukan pemeriksaan APF di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda memiliki kadar AFP tidak normal.
Screening Toksoplasmosis pada Wanita Komunitas Pecinta Kucing di Kota Samarinda Harianja, Edison; Aminuddin, Muhammad Fahmi; Rina, Rina
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.814

Abstract

Toksoplasmosis merupakan suatu penyakit parasit yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii. Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa intraseluler dari golongan protozoa dan bersifat parasit obligat dengan hospes definitif yaitu kucing dan famili filidae lainnya. Toxoplasma gondii adalah salah satu dari penyakit zoonosis yang secara alami dapat menular dari hewan ke manusia Tujuan dilakukannya penelitian adalah untuk mengetahui gambaran uji IgG toksoplasma pada wanita komunits pecinta kucing di Kota Samarinda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Pemeriksaan ini dilakukan di Laboratorium Kesehatan Nur Asih Samarinda dengan jumlah sampel 23 menggunakan alat cobas e411. Analisa data disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian setelah dilakukan penelitian dengan jumlah sebanyak 23 responden wanita komunitas pecinta kucing, terdapat 10 responden yang menunjukkan hasil positif dengan nilai >550.8 IU/ml dan terdapat 13 responden yang menunjukan hasil negatif dengan nilai <0.130 IU/ml. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 43% wanita komunitas pecinta kucing di Kota Samarinda mengalami toksoplasmosis.
Studi Literature Agen dan Faktor Risiko Penyebab Tinea Unguium Pada Infeksi Kuku Kaki Petani Kamil, Kamil; Khasanah, Miftahul; Marsudi, La Ode; Sulastri, Sulastri
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.816

Abstract

Tinea unguium merupakan infeksi jamur pada lempeng kuku yang disebabkan oleh jamur golongan Dermatofita. Infeksi ini menyebabkan permukaan kuku menjadi bergelombang, menebal, rusak, dan muda rapuh serta membuat warna kuku berubah menjadi kuning, coklat, bahkan kehitaman. Infeksi yang terjadi pada kuku dapat menyerang pada seseorang yang bekerja atau melakukan kontak langsung dengan lingkungan yang lembab dan kotor seperti petani. Keberihan kuku menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya Tinea unguium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui agen penyebab dan faktor-faktor risiko penyebab terjadinya Tinea unguium pada infeksi kuku kaki petani. Metode yang dilakukan pada penelitian ini yaitu teoritis literature dengan melihat inklusi dan eksklusi Population Tinea unguium pada infeksi kuku kaki petani, Intervetion tidak ada, Comparation tidak ada faktor pembanding, Outcome jamur penyebab Tinea unguium pada infeksi kuku kaki petani, Study design deskriptif quasi-eksperimental dengan tahun terbit 2011-2020 dengan memulai penelitian pada bulan Januari-April 2021 melalui electronic based Google Scholar, Google Book, dan PubMed. Hasil penelitian didapatkan agen penyebab Tinea unguium yang paling sering ditemukan yaitu adalah jamur golongan dematofita (51%) dengan spesies jamur tersering yaitu Trichophyton rubrum (25%). Faktor risiko penyebab Tinea unguium yang paling sering terjadi yaitu Personal hygiene (20%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa infeksi Tinea unguium pada kuku kaki petani sering disebabkan oleh jamur golongan dermatofita spesies Tricopyton rubrum dan faktor risiko tersering adalah personal hygiene.
Studi Literatur : Gambaran IgG IgM Dengue Pada Anak Dengan Suspek Demam Berdarah Dengue Harianja, Edison; Surzanti, Fauziayyah; Marsudi, La Ode; Irwadi, Didi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.817

Abstract

Demam berdarah dengue adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus dengue. Penyakit ini lebih sering menyerang anak-anak dibandingkan dewasa, dengan tingkat keparahan yang bervariasi, sampai menimbulkan akibat yang fatal. Penelitian ini menggunakan pemeriksaan IgG IgM dengue sebagai uji serologi dalam mendiagnosa demam berdarah dengue. Penelitian ini bertujuan untuk Menentukan infeksi demam berdarah dengue primer pada anak berdasarkan hasil pemeriksaan IgG IgM dengue, menentukan infeksi demam berdarah dengue sekunder pada anak berdasarkan hasil pemeriksaan IgG IgM dengue, dan mengetahui hubungan infeksi demam berdarah dengue dengan usia anak. Metode penelitian ini merupakan Literature review dengan penentuan kriteria penelitian menurut Picos. Pencarian jurnal menggunakan data base Google Scholar, Portal Garuda, Science Direct, Sari Pediatri, Research Gate, Elsevier, P ubmed, dan DOAJ. Hasil penelitian Literatur review dari 20 jurnal terpilih terdapat 56,9% IgM(+) IgG(-) pada usia anak 5-12 tahun, 23% IgM(-) IgG(+) pada usia anak 5-14 tahun, 78,5% IgM(+) IgG(+) pada usia anak 5-15 tahun. Penelitian ini disimpulkan bahwa pasien pertama kali terinfeksi dengue dengan hasil IgM(+) IgG(-) pada usia 5-10 tahun, infeksi demam berdarah dengue sekunder menunjukkan bahwa pasien pernah terinfeksi dengue lebih dari satu kali dengan hasil IgM(-) IgG(+) pada usia 5-14 tahun dan hasil IgM(+) IgG(+) pada usia 5-15 tahun, serta semakin muda usia, semakin mudah terinfeksi demam berdarah dengue.
Gambaran Kadar Horomon Tiroid Dan Hasil Pemeriksaan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) Pada Penderita Nodul Tiroid Nadira, Nadira; Septiani, Fitria; Marsudi, La Ode; Irwadi, Didi
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.819

Abstract

Nodul tiroid merupakan kasus yang sering ditemukan dan dapat disebabkan oleh jenis gangguan pada kelenjar tiroid. Nodul tiroid ditandai dengan tinggi atau rendahnya kadar hormon tiroid di dalam tubuh yang dapat mengakibatkan perbesaran kelenjar, namun kerap menimbulkan pertumbuhan kecil (nodul). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar hormon tiroid dan hasil pemeriksaan metode FNAB (fine needle aspiration biopsy) pada penderita nodul tiroid. Metode penelitian ini merupakan literature review dengan penentuan kriteria PICOS. Pencarian jurnal menggunakan data base Google scholar, dan portal garuda dengan artikel atau jurnal yang terbit tahun 2012 hingga 2021. Hasil penelitian didapatkan dari 930 responden yang melakukan pemeriksaan kadar TSH dengan nodul tiroid lesi jinak (benign) ada 169 (18,2%) responden memiliki kadar TSH rendah dan 66 (7,1%) responden memiliki kadar TSH tinggi, sedangkan nodul tiroid dengan lesi ganas (malignant) ada 30 (3,2%) responden memiliki kadar TSH rendah dan 45 (4,8%) responden memiliki kadar TSH tinggi. Dari 74 responden yang melakukan pemeriksaan kadar T4 dan T3 dengan nodul tiroid lesi jinak (benign) memiliki kadar T4 normal dan 7 (9,5%) responden memiliki kadar T3 rendah, sedangkan nodul tiroid dengan lesi ganas (malignant) ada 12 (16,2%) responden memiliki kadar T4 rendah, 5 (6,8%) responden memiliki kadar T4 tinggi, dan 4 (5,4%) responden memiliki kadar T3 rendah, 7 (9,5%) responden memiliki kadar T3 tinggi. Hasil pemeriksaan nodul tiroid metode FNAB dari 1.062 responden yang telah diperiksa dengan interpretasi hasil berdasarkan sistem Bethesda, ditemukan ada 49 (4,6%) responden dengan lesi Nondiagnostic, 486 (45,8%) responden dengan lesi jinak (benign), 69 (6,5%) responden dengan lesi Atypia of undetermined significance/ Follicular undetermined Significant (AUS/FLUS), 182 (17,2%) responden dengan lesi Follicular Neoplasma/ Significant Follicular Neoplasma (FN/SFN), 177 (16,7%) responden dengan lesi Significant Malignant (SM), dan 97 (9,2%) responden dengan lesi ganas atau Malignant. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penderita nodul tiroid dengan lesi jinak dan lesi ganas memiliki kadar TSH, T4, dan T3 relatif normal, sedangkan berdasarkan pemeriksaan FNAB ditemukan 17,2% neoplasma folikuler atau curiga neoplasma folikuler, 16,7% curiga keganasan, dan ada 9,2% keganasan.
Uji Senyawa Komponen Bioaktif dan Kadar Total Flavonoid Ekstrak Daun Kelor (Moringa oleifera) Wahid, Rifky Saldi A.; Marsudi, La Ode; Raudah, Siti
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.836

Abstract

Kelor (Moringa oleifera L.) secara tradisional digunakan untuk mengobati berbagai penyakit. Kelor mengandung senyawa komponen bioaktif yang berperang dalam melindungi tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komponen bioaktif daun kelor, dan kandungan total flavonoid. Ekstrak etanol daun kelor diperoleh dengan cara maserasi. Analisis senyawa bioaktif menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan penentuan kadar total flavonoid dilakukan berdasarkan metode AlCl3 dengan total flavonoid dinyatakan dalam QE (Quercetin equivalent) pada panjang gelombang maksimum 400 nm. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak daun kelor mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, tannin, saponin dan triterpenoid. Sedangkan kadar total flavonoid sebesar 155,61 mgQE/g ekstrak. Semakin tinggi kadar flavonoid total, maka semakin tinggi pula aktivitasnya dalam mengobati berbagai penyakit.
LITERATURE REVIEW: EVALUASI KADAR PROFIL LIPID PADA PASIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DENGAN DAN TANPA HIPERTENSI Marsudi, La Ode; Raudah, Siti; Salsabila, Zulfa Zahra; Rut, Laurika Ananta
Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo Vol. 1 No. 1 (2021): Jurnal Teknologi Laboratorium Medik Borneo
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan dan Sains Wiyata Husada Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35728/jutelmo.v1i1.838

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskuler, dengan bukti epidemiologi menunjukkan bahwa mortalitas kardiovaskuler lebih tinggi pada populasi DM dibanding populasi non-DM. Hipertensi sering dijumpai pada penderita DM. Penderita diabetes dengan hipertensi lebih sering menderita penyakit kardiovaskuler dibanding diabetes dengan normotensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kadar profil lipid pada pasien diabetes mellitus tipe 2 dengan dan tanpa hipertensi. Metode penelitian yang digunakan adalah Literature Review. Berdasarkan 20 jurnal yang telah direview didapatkan hasil rerata kadar TC pada pasien DMT2 dengan hipertensi 200-239 mg/dl dan tanpa hipertensi yaitu <200 mg/dl. Rerata kadar HDL-C pada pasien DMT2 dengan hipertensi 35-45 mg/dl dan tanpa hipertensi yaitu <35 mg/dl. Sedangakan rerata kadar TG dan LDL-C pada pasien DMT2 dengan dan tanpa hipertensi memiliki kadar yang sama yaitu masing-masing secara berurut <200 mg/dl dan <130 mg/dl. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kadar TC dan HDL-C pada pasien DMT2 dengan hipertensi lebih tingga dibandingkan pada pasien DMT2 tanpa hipertensi, sedangkan kadar TG dan LDL-C pada pasien DMT2 dengan dan tanpa hipertensi tidak didapatkan perbedaan.