Konsumsi energi global diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan populasi manusia dan kemajuan teknologi. Memang, permintaan energi diperkirakan akan semakin meningkat sebesar 45 persen antara tahun 2015 dan 2030, dengan laju rata-rata 1,6 persen per tahun, dengan energi matahari atau energi sel surya menjadi salah satu alternatif yang paling menarik. Sistem surya atau fotovoltaik (PV) telah menerima banyak perhatian dalam penelitian dan industri sebagai sumber energi bersih alternatif. Oleh karena itu, diperlukan solar charge controller untuk menstabilkan keluaran sel surya. Salah satu komponen terpenting dari panel surya adalah solar charge controller (SCC). Solar charge controller diklasifikasikan menjadi tiga jenis: ON/OFF, modulasi lebar pulsa (PWM), dan pelacakan titik daya maksimum (MPPT). MPPT menjadi semakin populer karena kemampuannya yang tinggi untuk mengekstrak daya dari panel surya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghitung nilai efisiensi dan membandingkan dua jenis SCC, PWM dan MPPT. Tujuan penelitian adalah Konsumsi energi global meningkat seiring pertumbuhan populasi dan kemajuan teknologi. Energi matahari menjadi salah satu alternatif energi bersih. Solar Charge Controller (SCC) penting untuk menstabilkan keluaran daya dari panel surya. Penelitian ini membandingkan efisiensi SCC jenis PWM dan MPPT menggunakan simulasi MATLAB Simulink, dengan fokus pada pemahaman dan penerapan integrasi numerik. PWM memiliki efisiensi rata-rata 31.25% dan MPPT memiliki efisiensi rata-rata 72%. Serta total energi yang dikumpulkan oleh panel surya selama periode waktu tertentu adalah sekitar 0.6735 watt-seconds (W.s). Menurut analisis data, MPPT lebih efisien daripada PWM. Hasilnya, ditentukan bahwa MPPT adalah pengontrol muatan surya yang lebih efisien dari keduanya.
Copyrights © 2024