Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan membandingkan teori permainan Johan Huizinga, Friedrich Froebel, dan Karl Groos, dengan fokus pada penerapannya dalam pendidikan anak usia dini. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui tinjauan literatur yang komprehensif, penelitian ini secara sistematis menganalisis karya-karya dari para ahli teori ini. Konsep permainan Huizinga sebagai fenomena budaya memberikan kerangka kerja untuk memahami struktur sosial dan makna yang berasal dari kegiatan bermain. Froebel menggarisbawahi nilai permainan bebas dalam mendorong pertumbuhan kognitif, sosial, dan emosional, mengadvokasi praktik pendidikan yang berpusat pada anak. Groos menyoroti aspek evolusioner bermain sebagai persiapan untuk dewasa, menekankan pentingnya latihan dan simulasi dalam lingkungan belajar. Temuan menunjukkan bahwa mengintegrasikan teori-teori ini dapat meningkatkan pengalaman pendidikan dengan mempromosikan pembelajaran sosial, motivasi intrinsik, dan pengembangan keterampilan bertahan hidup yang penting bagi anak usia dini dimasa depan. Namun, sifat teoritis dari perbandingan ini dan konteks historis dari teori-teori ini dapat membatasi penerapan langsungnya pada Pendidikan era kontemporer. Penelitian empiris lebih lanjut direkomendasikan untuk memvalidasi perspektif ini dalam lingkungan pendidikan modern dan mengeksplorasi integrasinya ke dalam strategi pedagogis dalam anak usia dini di era ini.
Copyrights © 2024