Sampah yang terus menumpuk menunjukkan kurangnya kesadaran manusia terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan keberlanjutan alam. Kurangnya kesadaran tersebut dapat dipengaruhi oleh pemahaman teologis manusia terhadap alam. Alam yang dihayati dalam relasi dengan Allah akan memunculkan sikap dan perilaku yang baik terhadap alam. Metode penelitian dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologi terhadap kasus peningkatan sampah di Indonesia dan studi pustaka. Dalam konsep ekologi dalam (deep ecology), alam tidak dilihat hanya dalam hubungannya dengan manusia semata melainkan memiliki nilai pada dirinya sendiri. Nilai pada alam adalah nilai yang diberikan oleh Allah yaitu sebagai karya ciptaan Allah. Konsep sensus divinitatis menjadi dasar pandangan teologis dalam menyatakan sikap dan perilaku terhadap alam sebagai ciptaan Allah. Skema civil society memberi gambaran tentang peluang kekristenan untuk mewujudkan kesaksian dan pelayanan di tengah dunia melalui kesadaran dan wujud peduli terhadap lingkungan.
Copyrights © 2024