Bunuh diri adalah tindakan yang dilakukan seseorang terhadap dirinya sendiri, hal ini terjadi karena berbagai faktor, faktor-faktor tersebut disebabkan oleh stres dengan lingkungan, putus cinta, masalah ekonomi, masalah keluarga. Dari faktor-faktor yang dapat menyebabkan bunuh diri. Penulis juga menggunakan metode kualitatif deskriptif, salah satu metode memanfaatkan data kualitatif dan menggunakan literatur jurnal, buku, berita sebagai penguatan data. Penulisan artikel juga menggunakan teori Joas Adipraetya, gereja diaklesial sebagai upaya untuk menawarkan pencegahan bunuh diri. Hasil dari penelitian ini, penulis menemukan bahwa gereja diaklesial adalah pendekatan baru yang sangat relevan dalam upaya pencegahan bunuh diri dalam konteks dunia saat ini. Gereja diaklesial menawarkan gereja yang harus melampaui batas-batas, gereja yang ramah dan gereja yang seperti orang Samaria yang membantu orang tanpa memandang orang lain.
Copyrights © 2024