Penelitian ini akan mengkaji terkait sifat hedonisme yang terdapat pada kisah Qarun dan Kaum Saba’ dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan saat ini. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu fakta di zaman sekarang di mana banyak sekali manusia yang terjebak dalam ideologi modern seperti sikap hedonisme, harta atau materi, yang merupakan tolak ukur untuk mengklasifikasikan strata sosial di mata masyarakat. Akibatnya, kesenangan terhadap harta dunia telah menjadi tujuan utama hidup, sehingga menjadikan banyak yang lupa terhadap tujuan manusia itu diciptakan. Dalam kaitannya terhadap sikap hedonisme, Allah menampilkan kisah Qarun dan Kaum Saba` di dalam Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari sudut pandang semiotika dan apa hikmah dibalik kisah tersebut. Sumber data primernya adalah ayat-ayat kisah Qarun dan Kaum Saba` dalam Al-Qur’an yang kemudian dianalisa menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur`an adalah sikap diri merasa lebih tinggi dari orang lain dan merasa paling superior atas segalanya. Kisah tersebut juga menghasilkan makna, pentingnya menghindari pola hidup hedonisme dan konsumtif, agar manusia tidak terjerumus pada jurang kehancuran.
Copyrights © 2024