Finaldy, Auli Robby
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kisah Hedonisme Qarun dan Kaum Saba’ dalam Al-Qur’an: Kajian Semiotika Charles Sanders Pierce Finaldy, Auli Robby
Jurnal Semiotika Quran Vol 4 No 1 (2024): Jurnal Semiotika-Q: Kajian Ilmu al-Quran dan Tafsir
Publisher : Program Magister Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jsq.v4i1.25116

Abstract

Penelitian ini akan mengkaji terkait sifat hedonisme yang terdapat pada kisah Qarun dan Kaum Saba’ dalam Al-Qur’an dan relevansinya dengan saat ini. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu fakta di zaman sekarang di mana banyak sekali manusia yang terjebak dalam ideologi modern seperti sikap hedonisme, harta atau materi, yang merupakan tolak ukur untuk mengklasifikasikan strata sosial di mata masyarakat. Akibatnya, kesenangan terhadap harta dunia telah menjadi tujuan utama hidup, sehingga menjadikan banyak yang lupa terhadap tujuan manusia itu diciptakan. Dalam kaitannya terhadap sikap hedonisme, Allah menampilkan kisah Qarun dan Kaum Saba` di dalam Al-Qur’an. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari sudut pandang semiotika dan apa hikmah dibalik kisah tersebut. Sumber data primernya adalah ayat-ayat kisah Qarun dan Kaum Saba` dalam Al-Qur’an yang kemudian dianalisa menggunakan teori semiotika Charles Sanders Pierce. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk hedonisme Qarun dan Kaum Saba` jika dilihat dari kisah-kisah yang terdapat dalam Al-Qur`an adalah sikap diri merasa lebih tinggi dari orang lain dan merasa paling superior atas segalanya. Kisah tersebut juga menghasilkan makna, pentingnya menghindari pola hidup hedonisme dan konsumtif, agar manusia tidak terjerumus pada jurang kehancuran.
Representation of Madurese Local Wisdom in Mudhar Tamim’s Tafsir Qur’anul-Karim Nurul-Huda Finaldy, Auli Robby; Pranata, Imam Sufardi
TAFSE: Journal of Qur'anic Studies Vol. 10 No. 2 (2025)
Publisher : Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat, UIN Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/tafse.v10i2.32994

Abstract

This article examines how Madurese local wisdom is represented in Mudhar Tamim’s Tafsir Qur’anul-Karim Nurul-Huda. Scholarship on Madurese tafsir has largely centered on interpretive method, the history of writing, and networks of exegetes, while the representational work of local cultural references has received less attention. Using qualitative library research, this study analyzes the tafsir as the primary source and draws on relevant secondary literature. Stuart Hall’s theory of representation is operationalized through reflective, intentional, and constructionist readings to examine how meaning is produced through language, symbols, and social context. The analysis shows that local wisdom in Nurul Huda appears in tangible and intangible forms. Tangible references draw on material culture and built space, such as totop bhireng (a sheath for a Madurese sickle-like weapon) and tabing (a woven bamboo wall panel). Intangible references include proverbs, value terms such as andap asor (humility and respectful conduct), and socially salient practices and authority relations, including carok (a ritualized honor duel), critiques of taqlid (uncritical imitation), and the figure of lora (often understood locally as the son of a kyai (a religious leader)). Across the tafsir, these local elements function as interpretive resources that make Qur’anic guidance socially legible and ethically persuasive for Madurese readers. The study contributes to discussions of Tafsir Nusantara by showing how representational analysis clarifies the role of local cultural codes in vernacular Qur’anic interpretation.