Indonesia adalah bangsa Plural dengan keragaman suku, ras, budaya, dan agama. Toleransi menjadi kunci harmoni, namun sering di salah artikan, hingga melanggar syariat Islam, seperti mengikuti perayaan Natal, mengucapkan salam non-Muslim, atau menghadiri ritual agama lain. Kesalahan ini terjadi akibat pemahaman toleransi yang keliru. Oleh karena itu, diperlukan pemimpin yang bijaksana untuk menetapkan batasan toleransi sesuai ajaran Islam, dengan mempertimbangkan maslahah dan mafsadah. Pendekatan ini memastikan toleransi tidak hanya menjaga keharmonisan sosial, tetapi juga tetap sejalan dengan prinsip agama, sehingga kehidupan bernegara lebih terarah dan berlandaskan nilai Islam. Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan bersifaf kepustakaan (library reseach) Bersifat content analysis (analisa isi). Hasil penelitian ini menunjukan Nilai maslahah dalam toleransi berfungsi untuk menjaga harmoni sosial tanpa melanggar prinsip-prinsip syariat. Toleransi dalam Islam terbatas pada hubungan muamalah dan interaksi sosial dengan non-Muslim selama tidak bertentangan dengan agama
Copyrights © 2024