Penulisan ini didasari atas ketertarikan penulis terhadap karya seni yang terpajang di Museum OHD Magelang. Dari sekian banyaknya lukisan, penggambaran mengenai perempuan sangat terlihat jelas perbedaan penggambarannya. Sudut pandang pelukis memang menjadi salah satu tumpuan dari bagaimana karya lukis tersebut akhirnya dibuat. Perbedaan tersebut dapat terlihat sebagai bagaimana objektifikasi perempuan dilihat dalam sudut pandang pelukis, yang tentunya keduanya saling bertolak belakang, karena adanya interpretasi yang berbeda tersebut penulis tertarik untuk menuangkannya, menggabungkan sudut pandang pelukis dan penikmat seni. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan teori studi kasus. Hasilnya, dari enam lukisan yang diambil tiga merepresentasikan permepuan sebagai objek keindahan. Penggambarannya menyajikan keanggunan, keteduhan, kecantikan wanita yang bisa dinikmati keindahannya dalam goresan kuas yang lembut, dengan warna yang cenderung pucat. Semenntara di sisi lain penggambaran perempuan sebagai objek erotisme terlihat dari bagaimana lukisan dibuat dengan menampilkan tubuh wanita secara vulgar, tidak memakai baju, dan menunjukan area yang terbilang sensitif, penggambarannya sebagai perempuan sebagai objek seksual, gairah dan nafsu. Dari adanya pembahasan tersebut disimpulkan bagaimana pandangan laki-laki saat melihat wanita sebagai dua objek yang berbeda, wanita sebagai unsur keteduhan dan keindahan, disisi lain wanita sebagai objek seksualitas dan nafsu.
Copyrights © 2024