Pendahuluan: Kulit manusia dalam melakukan aktifitas sehari-hari tidak dapat terhindar dari yang namanya luka. Luka sayat merupakan jenis luka akut dan luka terbuka yang disebabkan adanya kontak antara tubuh dengan benda-benda tajam. Bawang hitam diketahui memiliki kandungan empat sampai delapan kali lipat dibandingkan dengan bawang putih segar termasuk peningkatan kadar senyawa polifenol dan senyawa flavonoid yang bermanfaat dalam mempercepat penyembuhan luka serta anti-inflamasi. Tujuan: Penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas dan konsentrasi yang optimal bawang hitam terhadap penyembuhan luka sayat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan melihat pengaruh ekstrak bawang hitam terhadap luka sayat pada kelinci dengan konsentrasi ekstrak sebesar 20%, 30%, dan 40% menggunakan 3 ekor kelinci yang masing-masing memiliki 5 luka sayat. Hasil: penelitian menunjukan adanya senyawa metabolit sekunder berupa flavonoid, polifenol, saponin, dan alkaloid. Uji penyembuhan luka pada konsentasi 20% menunjukan dengan rata-rata lama sembuh selama 7 hari, konsentrasi 30% menunjukan dengan rata-rata lama sembuh selama 7 hari, dan 40% menunjukan dengan rata-rata lama sembuh selama 6 hari Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konsentrasi yang paling baik terhadap penyembuhan luka sayat pada kelinci adalah pada konsentrasi 40% dengan waktu penyembuhan rata-rata selama 6 hari.Kata Kunci: Bawang Hitam, Luka Sayat, Kelinci
Copyrights © 2024