Tulisan ini mencoba melihat segelintir peluang dari kategori tubuh desain yang bereksplorasi dalam pembacaan suatu fenomena budaya yang terjadi pada abad teknologi informasi di hari ini. Kampanye kandidat pilpres 2024 salah satu yang dipilih untuk menjadi yang terbahas, bagaimana tragedi-tragedi negativitas dilahirkan oleh media informasi yang terkonsumsi. Sebuah reaksi sensitif yang dibentuk oleh model imajiner yang melampaui realitasnya, sebuah citra kebenaran yang diproduksi dan dimainkan untuk suatu kepentingan kekuasaan. Posisi Desain Komunikasi Visual yang akan dibahas bukan diletakkan pada bagian dekorasi materialnya, melainkan di tataran yang lebih abstrak untuk mengulas polemisitas perang bahasa dan perang simbol dari sisi hiperealitas & Post-Truth. Sehingga rangkaiannya diharapkan untuk mampu sedikit menjembatani antara fenomenena kecepatan informasi, budaya politik virtual yang membawa muatan hibrida ke dalam medium kampanye dengan membawa identitas, informasi & persuasi di dalamnya, sampai membentuk pola budaya masyarakatnya. Pembahasan didasari oleh metode kualitatif dan kuantitatif, serta untuk bisa menjawab carut-marut fenomena ini, memang sengaja diperegang oleh variabel teori untuk membongkar pola masalahnya, yang didekatkan oleh Virillio, Baudrillard, Foucault, Arendt, Yasraf, Budiman, Bambang Sugiharto dan lainnya.
Copyrights © 2024