Hasil karya pada sebuah desain arsitektur sangatlah mempengaruhi perilaku manusia sebagai penggunanya. Oleh karena itu arsitek tidak dapat asal merancang tanpa memperhatikan aspek manusianya sendiri sebagai pengguna. Salah satu yang dibahas dalam penelitian ini yaitu penggunaan toilet umum. Mayoritas masyarakat di Indonesia terbiasa menggunakan kloset jongkok. Namun saat ini, khususnya di masyarakat perkotaan, kloset jongkok sudah mulai ditinggalkan oleh sebagian masyarakat di Indonesia. Mereka mulai menggunakan kloset duduk karena dirasa lebih modern serta dinilai baik dari segi estetika. Begitu pula dengan para perancang/arsitek yang mulai banyak menempatkan kloset duduk ketika merancang toilet umum. Salah satu contohnya, ditemukan kloset duduk di tempat umum yang kotor karena terdapat bekas injakan sandal atau sepatu pada dudukan klosetnya. Penelitian ini perlu dilakukan mengingat semakin maraknya penggunaan kloset duduk di tempat fasilitas umum yang perancangnya sendiri tidak memperhatikan budaya serta kebiasaan perilaku para penggunanya yaitu menggunakan kloset jongkok yang mengakibatkan kloset duduk digunakan jongkok oleh penggunanya. Penelitian ini menggunakan metode deskripsi kualitatif. Penelitian ini mengidentifikasi tentang kajian desain dan perilaku pada pengguna kloset duduk di tempat fasilitas umum sebagai bentuk akibat dari perancangan yang tidak memperhatikan kebutuhan serta budaya pengguna. Arsitek harus memperhatikan beberapa prosedur yang harus dilakukan sebelum memulai perancangan, serta menganalisis terlebih dahulu rancangannya “for whom and for what”, karena kesalahan dalam merancang dapat berakibat buruk bagi banyak orang.
Copyrights © 2024