Industri pengolahan sagu skala rumah tangga di Kabupaten Soppeng masih menghadapi tantangan produktivitas dan nilai tambah rendah. Penerapan teknologi yang terbatas menyebabkan proses produksi bersifat padat karya dan boros tenaga. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) bertujuan mengatasi persoalan ini melalui diseminasi mesin pemarut sagu portable berkapasitas 50 kg/jam. Rangkaian kegiatan meliputi pelatihan aplikatif pengoperasian dan perawatan mesin, pendampingan manajemen usaha produktif, serta monitoring evaluasi pascaimplementasi. Hasil nyata pascaprogram adalah peningkatan rata-rata kapasitas produksi harian sebesar 75%. Kualitas keseragaman ukuran dan kehalusan tepung sagu juga meningkat, mendorong kenaikan omzet penjualan rata-rata mencapai 45%. Dengan pendayagunaan ipteks tepat guna ini, perguruan tinggi berperan memberdayakan mitra industri kecil guna membangun perekonomian inklusif dan mengentaskan kemiskinan di Sulawesi Selatan. Pemberian akses ilmu pengetahuan dan teknologi modern bagi pelaku industri mikro di pedesaan perlu diintensifkan.
Copyrights © 2024