Pondok pesantren adalah tempat berkumpulnya banyak orang dimana rentan terjadi penularan penyakit, terutama yang sedang berkembang saat ini, yakni Co-19. Gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas adalah tanda awal karena port d’entre COVID adalah melalui saluran napas dan mukosa. Pada kasus yang berat bisa terdapat infeksi paru-paru yang masif, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Disaat pandemi semua sekolah mulai dibuka dengan pembelajaran tatap muka, termasuk pondok pensantren Al Fitrah tetap dibuka dengan pengaturan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19. Untuk menjaga kesehatan para santri dan pengasuh pondok perlu diperhatikan suplemen untuk meningkatkan imunitas. Salah satu cara untuk meningkatkan imunitas dengan mengkonsumsi herbal kunyit yang kaya antioksidan. Namun, pemahaman santri dan lingkungan pondok mengenai manfaat herbal sebagai suplemen masih kurang. Kurangnya pemahaman tentang tanaman herbal akan berdampak terjadinya penolakan atau keragu raguan masyarakat terhadap kasiat tanaman herbal. Sehingga dapat berdampak pada kurangnya pengoptimalan herbal di lingkungan pondok pesantren. Metode: Dilaksanakan evaluasi pre-test dan post-test untuk mengetahui peningkatan pengetahun pra dan pasca sosialisasi. Hasil: Berdasarkan hasil pre-test dan post-test mengenai pemanfaatan tanaman herbal melalui kuesioner secara langsung terjadi peningkatan nilai oleh santri yang mengikuti kegiatan ini. Persentase kenaikan nilai rata-rata adalah 0,4
Copyrights © 2024