Limbah plastik telah menjadi salah satu permasalahan lingkungan paling serius di Indonesia, dengan jutaan ton sampah yang tidak terkelola mencemari daratan dan lautan setiap tahunnya. Salah satu pendekatan inovatif yang mulai banyak diterapkan adalah ekobrick, sebuah metode pemanfaatan sampah plastik dengan cara mengemasnya ke dalam botol plastik yang dipadatkan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan bangunan. Lebih dari sekadar solusi teknis, ecobrick juga berperan sebagai media edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran lingkungan, terutama di kalangan generasi muda. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji peran ekobrick sebagai media komunikasi lingkungan di kalangan siswa SMA. Pengabdian kepada masyarakat ini berfokus pada bagaimana narasi kesadaran ekologis dibangun melalui penggunaan ecobrick dan faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilannya dalam meningkatkan pemahaman serta keterlibatan siswa terhadap isu lingkungan. Ecobrick efektif sebagai alat komunikasi lingkungan, karena mampu menyampaikan pesan mengenai pentingnya pengelolaan limbah plastik dan keberlanjutan lingkungan. Proses pembuatan ecobrick yang melibatkan siswa secara aktif juga terbukti meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya isu ini. Namun demikian, terdapat sejumlah hambatan seperti kurangnya pengetahuan awal siswa, narasi yang tidak cukup relevan, serta minimnya infrastruktur pendukung di sekolah. Disipulkan bahwa ecobrick memiliki potensi besar sebagai media edukasi dan komunikasi lingkungan jika dilengkapi dengan narasi yang menarik, pelatihan khusus untuk guru, serta dukungan fasilitas yang memadai. Sebagai langkah lanjutan, integrasi ekobrick ke dalam kurikulum sekolah dan kampanye yang melibatkan komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk mendorong kesadaran ekologis yang lebih luas. Kata Kunci: ecobrick, komunikasi lingkungan, siswa SMA, pengelolaan sampah plastik.
Copyrights © 2024