Selai srikaya merupakan jenis selai yang dibuat tanpa menggunakan buah-buahan. telur, santan dan gula pasir termasuk dari beberapa bahan yang digunakan untuk membuat selai srikaya. Campuran tersebut dimasak dengan api kecil sambil terus diaduk hingga ketiga bahan utama tersebut menyatu membentuk selai yang lezat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat cemaran kapang/khamir dan bakteri pada selai srikaya yang dijual di pasar swalayan HM Joni. Dengan menggunakan larutan pengencer Lactose Brooth (LB), uji Angka Lempeng Total (ALT) dilakukan dengan pengenceran berlapis hingga 10-4 sampel yang telah diencerkan ditambahkan ke dalam media Plate count agar (PCA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 24 jam pada suhu 37°C. Uji AKK dilakukan hingga sampel yang telah diencerkan sebanyak 10-3 ditambahkan ke dalam media Potato Dextrose Agar (PDA) pada suhu 45°C dan diinkubasi selama 48 jam pada suhu 20-25°C. Sebagai pembanding digunakan sampel bermerek. Jumlah koloni baketri dan jamur dihitung menggunakan penghitung koloni Quebec. Hasil uji ALT pada semua sampel memenuhi persyaratan dimana hasil tidak lebih dari 104 yang sudah ditetapkan oleh Standar Nasional Indonesia (SNI) 7388:2009) namun pada pengujian AKK menujukan hasil tidak memenuhi syarat karena sudah melebihin dari ambang batas sebesar 102.
Copyrights © 2024