World Health Organization (WHO) mendefinisikan bayi berat lahir rendah (BBLR) sebagai berat bayi lahir kurang dari 2.500 gram. Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh kelahiran di dunia dengan batasan 2,2%-38% dan lebih sering terjadi di negara-negara berkembang atau sosio-ekonomi rendah. Banyak faktor yang diduga berhubungan dengan kejadian BBLR yaitu karakteristik ibu, ekonomi, dan gaya hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik ibu, ekonomi, dan gaya hidup yang menyebabkan bayi dengan BBLR Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan case-control. Penelitian dilakukan di Badan Layanan Umum Daerah RSUD Datu Beru Takengon. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2013. Populasi sebanyak 96 orang terbagi dalam kelompok kasus 48 orang dan kelompok kontrol 48 orang. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan signifikan dengan kejadian BBLR di Layanan Umum Daerah Datu Beru Takengon yaitu paritas, ukuran LILA, jarak kehamilan, ekonomi, sedangkan variabel yang tidak berhubungan yaitu umur, gaya hidup merokok gaya hidup minum alkohol. Disarankan kepada Badan Layanan Umum Daerah Datu Beru Takengon untuk fokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak terutama ibu hamil melalui penyuluhan kepada ibu hamil dan keluarga tentang perawatan pada masa kehamilan dan pencegahan BBLR.
Copyrights © 2024