Hipertensi merupakan penyebab kematian ketiga setelah stroke dan tuberkulosis. Salah satu pengendalian hipertensi yaitu rutin mengonsumsi obat. Namun, banyak penderita hipertensi tidak rutin mengonsumsi obat antihipertensi dan memilih mengonsumsi obat tradisional karena murah dan minim efek samping. Air rebusan daun salam (Syzygium polyanthum) dipercaya sebagai obat tradisional penurun hipertensi karena mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai ACE inhibitor alami. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan kebiasaan mengonsumsi air rebusan daun salam terhadap tekanan darah penderita hipertensi. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif-korelasi dengan desain cross-sectional. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang merupakan total sampling. Instrumen penelitian berupa kuisioner kebiasaan mengonsumsi air rebusan daun salam dan lembar pencatatan tekanan darah. Hasil penelitian menunjukkan 69,2% responden berusia 40-60 tahun, 75,0% responden perempuan, 50,0% responden SMA, 71,2% responden tidak bekerja, 80,0% responden menderita hipertensi <1-5 tahun, 50,0% responden mengonsumsi obat antihipertensi, 46,1% responden sering mengonsumsi air rebusan daun salam, 50,0% responden menderita hipertensi grade I. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan signifikan kebiasaan mengonsumsi air rebusan daun salam dengan tekanan darah penderita hipertensi (p-value=0,041; α=<0,05; r=0,738).
Copyrights © 2024