Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap transformasi yang terjadi pada radikalisme Indonesia pasca jihad Afghanistan melawan invasi Uni Soviet. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari heuristik, kritik, interpretasi, historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sosiologi dengan melihat transformasi sosial. Hasil dari penelitian ini adalah Invasi Uni Soviet ke Afghanistan menimbulkan perlawanan dari orang-orang Afghanistan. Invasi itu bertujuan untuk menstabilkan kondisi Afghanistan dan menangkal kontestasi politik global. Uni Soviet dianggap sebagai orang kafir yang menyerang tanah muslim. Alasan ini yang menjadikan munculnya internasionalisasi jihad di Afghanistan. Jihad Afghanistan mendapatkan perhatian dari seluruh muslim di dunia salah satunya ialah Indonesia. Ajengan Masduki (pemimpin NII), Abdullah Sungkar dan Abu Bakar Baasyir mendapatkan bantuan pelatihan militer bagi mujahidin Indonesia dari Rasul Sayyaf (pendiri Ittihad Islami). pelatihan militer dalam internasionalisasi jihad Afghanistan membuat mereka mendapatkan jaringan Internasional seperti hubungan dengan Abdullah Azzam dan Osama bin Laden. Jaringan inilah yang menjadikan adanya perubahan karena munculnya pemahaman baru di Afghanistan. Terdapat tiga perubahan pasca jihad Afghanistan. Pertama, perubahan keagamaan dan makna jihad. Kedua, perubahan cita-cita gerakan. Ketiga, perubahan karena pengaruh faktor jaringan global.
Copyrights © 2024