Penelitian ini bertujuan memahami peran keterbukaan diri dalam menghadapi konflik pertemanan menggunakan pendekatan kuantitatif. Melalui kuesioner pada 100 partisipan berusia 18–30 tahun yang pernah mengalami konflik terkait keterbukaan diri, hasil menunjukkan bahwa keterbukaan diri berperan penting dalam memperbaiki komunikasi, membangun kepercayaan, dan mendukung hubungan yang positif. Namun, jika tidak dikelola dengan baik, keterbukaan dapat meningkatkan kerentanan emosional dan memperburuk konflik. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan keterbukaan diri untuk menjaga hubungan pertemanan yang sehat dan harmonis.
Copyrights © 2025