Kadar air menjadi parameter penentu umur simpan pada suatu produk. produk akan dapat bertahan lama jika kadar air yang terkandung dalam pangan sesuai dengan standar nasional Indonesia. Kadar air yang tinggi pada olahan produk keripik dapat mempercepat reaksi enzim dalam melakukan pengrusakan produk. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kadar air pada keripik talas. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu secara kuantitatif, dengan pengukuran langsung yang di Uji di Laboratorium Analisis Pangan. pengidentifikasian yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan oven dan memberikan perbandingan sebelum dan sesudah. Hal ini dilakukan guna untuk dapat melihatnya adanya perbedaan atau perubahan kadar air. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengujian kadar air pada sampel keripik talas yakni dengan berat awal 27,9008 gram, dan berat sampel dengan cawan petri 29,9056 gram, berat pengeringan pertama 29,8474 gram, dan berat pengeringan ke-2, yaitu 29,8484 gram. Dari hasil pengukuran tersebut dapat dilihat adanya penurunan kadar air sebanyak 0,001 dengan lama pemanasan, yaitu 1 jam pada suhu 1100C. Kesimpulan pada pengujian kadar air dengan menggunakan metode pengeringan apabila sampel mengalami perubahan berat setelah ditimbang, maka sampel tersebut memiliki kadar air.
Copyrights © 2024