Desa Kwala Langkat di Sumatera Utara menghadapi krisis lingkungan yang signifikan akibat kerusakan ekosistem mangrove. Deforestasi ilegal dan alih fungsi lahan untuk perkebunan sawit telah menyebabkan penurunan luas mangrove, meningkatkan risiko abrasi dan banjir rob, serta menurunkan hasil tangkapan nelayan hingga 70%. Dampak sosial-ekonomi meliputi penurunan pendapatan, ancaman ketahanan pangan, dan migrasi masyarakat. Pendekatan manajemen bencana berbasis komunitas dan penguatan kapasitas lokal dapat meningkatkan ketahanan masyarakat. Penelitian ini mengeksplorasi strategi konservasi dan adaptasi berbasis masyarakat sebagai solusi berkelanjutan untuk pemulihan ekosistem dan pembangunan ekonomi lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan wawancara mendalam dan observasi lapangan.
Copyrights © 2024