Perusahaan industri food and beverage, sebagai subsektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), terus berkembang seiring meningkatnya permintaan terhadap produk konsumtif. Selain berkontribusi pada perekonomian, sektor ini juga menghadapi persaingan yang semakin ketat. Untuk bertahan, perusahaan harus fokus pada efisiensi biaya, pencapaian target penjualan, dan optimalisasi laba. Laba perusahaan menjadi indikator utama untuk mengukur keberhasilan, sesuai dengan tujuan utama pendirian perusahaan, yaitu memperoleh laba maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh biaya produksi, biaya operasional, dan volume penjualan terhadap laba bersih perusahaan food and beverage yang terdaftar di BEI periode 2021-2023. Dengan mengidentifikasi pengaruh masing-masing variabel, diharapkan penelitian ini dapat memberikan gambaran tentang kontribusi faktor-faktor tersebut terhadap kinerja keuangan perusahaan dan memberikan wawasan bagi perusahaan untuk merumuskan strategi yang lebih efektif dalam pengelolaan biaya dan pemasaran guna meningkatkan profitabilitas. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan teknik Partial Least Square (PLS), menggunakan perangkat lunak SmartPLS. Analisis terdiri dari outer model untuk menguji validitas (loading factor > 0,7, AVE > 0,5) dan reliabilitas (composite reliability > 0,7, Cronbach’s alpha > 0,6), serta inner model untuk mengukur hubungan antar konstruk laten melalui R-Square, f-square, dan Q-Square. Pengujian hipotesis dilakukan dengan t-statistic (> 1,96) atau p-value (< 0,05) untuk menentukan signifikansi hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) biaya produksi (X1) tidak berpengaruh signifikan, 2) biaya operasional (X2) tidak berpengaruh signifikan, dan 3) volume penjualan (X3) berpengaruh signifikan terhadap laba bersih. Dari hasil analisis, dapat disimpulkan bahwa volume penjualan (X3) memiliki pengaruh signifikan terhadap laba bersih, Sementara biaya produksi (X1) dan biaya operasional (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap laba bersih, menunjukkan bahwa efisiensi biaya saja tidak cukup untuk meningkatkan laba. Oleh karena itu, perusahaan sebaiknya lebih fokus pada strategi peningkatan volume penjualan melalui inovasi, promosi, dan perluasan pasar, sambil tetap menjaga efisiensi biaya untuk mendukung kelangsungan operasional.
Copyrights © 2024