Ringkasan: Latar Belakang: Involusio uterus pada masa postpartum menimbulkan kontraksi otot-otot uterus yang menyebabkan ketidaknyamanan atau nyeri afterpain selama 3-4 hari postpartum. Tindakan non-farmakologis seperti terapi pijat effleurage dan terapi kompres hangat diperlukan untuk meredakan nyeri. Tujuan: Mengidentifikasi perbedaan terapi pijat effleurage dengan terapi kompres hangat dalam menurunkan afterpain pada ibu postpartum. Metode: Penelitian kuantitatif dengan rancangan eksperimen two group pretest posttest pada 50 ibu postpartum normal hari ke-1 di RS Dewi Sartika Kendari. Sampel dibagi menjadi dua kelompok menggunakan consecutive sampling. Nyeri dinilai dengan Numerical Rating Scale (NRS) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon dan Mann-Whitney. Hasil: Kedua terapi efektif menurunkan afterpain dengan nilai p=0,000. Uji perbandingan menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan (p=0,750) antara terapi pijat effleurage dan kompres hangat. Simpulan: Terapi pijat effleurage dan terapi kompres hangat sama-sama efektif menurunkan nyeri afterpain ibu postpartum. Saran: Kedua terapi dapat menjadi pilihan intervensi keperawatan untuk mengatasi afterpain dan memberikan kenyamanan ibu postpartum.
Copyrights © 2024