Minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan pokok yang digunakan untuk kegiatan masak memasak dan sering dipakai ada banyak sekelompok masyarakat yang menggunakannya dua hingga tiga kali bahkan lebih hingga kelihatan dari segi warnanya menjadi agak hitam bahkan hitam. Masyarakat cenderung memakai kembali minyak jelantah untuk menggoreng demi penghematan tanpa mempertimbangkan bahaya bagi kesehatan. Demikian pula pada kelompok ibu-ibu di Kampung Buton Kelurahan Yabansai masih menggunakan minyak jelantah untuk tujuan penggorengan makanan. Hal ini merupakan kebiasaan yang kurang baik karena minyak jelantah dapat berefek pada kesehatan pada tubuh manusia yang mengonsumsi makanan hasil penggorengan dengan minyak jelantah. Dengan melihat permasalahan di atas maka perlu upaya penanganan minyak jelantah agar bisa sehat atau jernih kembali dan tidak perlu dibuang sebagai limbah dengan memanfaatkan kulit pisang kepok dan diperluas dengan treatment dengan arang aktif sehingga hasil penjernihan dapat maksimal. Beberapa hasil penelitian, kulit pisang kepok dapat digunakan sebagai adsorben atau penjernih minyak jelantah telah banyak dilakukan, demikian pula arang aktif telah banyak dilakukan sebagai adsorben. Hasil kegiatan pengabdian ini diperoleh minyak jelantah yang sebelumnya sangat pekat berwarna hitam setelah dilakukan perlakuan dengan arang pisang kapok dan arang aktif maka diperoleh minyak jelantah menjadi minyak yang jernih dan layak digunakan lagi.
Copyrights © 2024