Latar Belakang: Stunting adalah salah satu masalah gizi yang paling sering terjadi pada balita, yang merupakan salah satu kelompok usia yang rentan. Setiap anak yang panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional yang berlaku dianggap stunting.Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan desain penelitian deskriptif yang menggunakan rancangan analitik cross-sectional. Simple random sampling adalah metode pengambilan sampel yang digunakan. Sebanyak 78 orang yang menjawab digunakan sebagai contoh. Hasil: Sebanyak 37 responden (47,4%) mengetahui asupan protein dengan kategori Tidak baik. Hasil: uji chi square menunjukkan bahwa nilai p = 0,000, yang kurang dari 0,05. Jadi, Ho ditolak dan Ha diterima. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa pengetahuan tentang asupan protein terkait dengan kejadian stunting. Tingkat hubungan kedua variabel adalah kuat, menurut hasil Coefisien Contingensi (C) sebesar 0,611.Kesimpulan: Ada korelasi yang signifikan antara pengetahuan tentang asupan protein dan insiden stunting pada balita.
Copyrights © 2024