Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning/PBL) dinilai efektif dalam meningkatkan keaktifan, fokus, dan keterampilan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, implementasi PBL di SMK masih menghadapi tantangan yang perlu diatasi dengan strategi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau implementasi PBL di SMK, mengidentifikasi tantangan yang dihadapi, dan merumuskan strategi optimal untuk mengatasinya menggunakan metode studi literatur kualitatif. Berdasarkan analisis terhadap studi-studi terdahulu, ditemukan tantangan utama seperti kurangnya pemahaman dan keterampilan guru tentang PBL, keterbatasan sarana dan prasarana pendukung, kurangnya dukungan dari pihak sekolah dan pemangku kepentingan, serta tantangan dalam penilaian hasil belajar. Strategi yang direkomendasikan meliputi pelatihan dan pendampingan guru secara berkelanjutan, penyediaan sarana dan prasarana yang memadai, membangun kemitraan dengan dunia industri dan komunitas, sosialisasi dan advokasi kepada pemangku kepentingan, serta pengembangan instrumen penilaian yang komprehensif. Penelitian ini berkontribusi dalam memberikan gambaran komprehensif tentang tantangan implementasi PBL di SMK dan menawarkan strategi optimal untuk mengatasinya, serta menekankan pentingnya dukungan dan komitmen dari berbagai pihak dalam mewujudkan keberhasilan implementasi PBL di SMK guna meningkatkan kualitas lulusan.
Copyrights © 2024