Kebahagiaan merupakan tujuan utama manusia yang dicapai melalui keseimbangan antara dimensi spiritual dan fisik. Dalam konteks Islam, Al-Qur'an menekankan pentingnya mengejar kehidupan akhirat tanpa mengabaikan kebutuhan duniawi. Berbagai pemikir, termasuk Plato, Imam Al-Ghazali, dan Thomas Aquinas, sepakat bahwa kebahagiaan sejati tidak terletak pada aspek material, melainkan pada hubungan yang erat dengan Tuhan dan nilai-nilai moral. Imam Al-Ghazali menekankan pengenalan diri dan proses penyucian jiwa sebagai langkah menuju kebahagiaan, sedangkan Thomas Aquinas berfokus pada pencapaian kebahagiaan melalui kedekatan dengan Tuhan. Kajian ini bertujuan untuk membandingkan pandangan kedua pemikir tersebut dalam memahami konsep kebahagiaan dalam kehidupan manusia, dengan menunjukkan bahwa kebahagiaan memerlukan keseimbangan antara aspek fisik, emosional, intelektual, dan spiritual, dengan kedekatan kepada Tuhan sebagai puncaknya. Untuk mencapai Kesimpulan yang relevan peneliti menggunakan pendekatan kajian Pustaka (library research). Hasilnya, Imam Al-Ghazali, dan Thomas Aquinas sepakat bahwa kebahagiaan sejati terletak pada hubungan dengan Tuhan dan moralitas, bukan pada hal-hal material. Imam Al-Ghazali menekankan bahwa kebahagiaan hakiki dicapai melalui kedekatan dengan Allah, yang dimulai dengan pengenalan diri dan penyucian jiwa. Ia menyoroti perlunya keseimbangan antara dimensi fisik, emosional, intelektual, dan spiritual. Sementara itu, Thomas Aquinas berpendapat bahwa kebahagiaan sejati ditemukan dalam hubungan mendalam dengan Tuhan, serta membedakan antara kebahagiaan sementara dan abadi. Kedua pemikir ini sepakat bahwa kebahagiaan sejati berasal dari hubungan dengan Allah, meskipun pendekatan mereka berbeda. Aquinas lebih menekankan rasionalitas, sementara Al-Ghazali lebih fokus pada pengalaman spiritual. Wawasan mereka memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman kebahagiaan dalam kehidupan manusia.
Copyrights © 2024