Pemahaman keagamaan siswa sejatinya memiliki latar belakang yang beragam seperti berlatar belakang mazhab Imam Hanafi, madzhab Imam Syafi’i, madzhab Imam Maliki, atau madzhab Imam Hambali. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Guru Pendidikan Agama Islam. Strategi pembelajaran yang digunakan oleh guru harus mampu mengayomi berbagai perbedaan pemahaman keagamaan siswa untuk membangun pembelajaran yang toleran. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pembelajaran PAI berbasis multi madzhab untuk meningkatkan perilaku moderat siswa di lembaga sekolah menengah, khususnya di SMAN 15 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen utama pada penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan sumber data yang diperoleh dari guru PAI, siswa, serta kegiatan pembelajaran melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dan observasi. Analisis hasil penelitian menggunakan teori interaksi simbolik dari George Herbert Mead yang menekankan pada konsep manusia sebagai makhluk sosial. Pada akhirnya penelitian ini menemukan bahwa strategi pembelajaran PAI berbasis multi madzhab di SMAN 15 Bandung menekankan inklusivitas dan toleransi terhadap perbedaan pandangan fikih. Materi ajar dikembangkan dari berbagai sumber untuk memperluas pemahaman, dan metode Problem-Based Learning (PBL) digunakan untuk mendorong diskusi kritis. Evaluasi dilakukan secara berkala menggunakan media interaktif seperti Quizizz, dengan fokus pada kemampuan berpikir kritis dan analisis dalil agama, sehingga mendukung suasana belajar yang inklusif dan toleran serta berhasil meningkatkan perilaku moderat siswa.
Copyrights © 2024