Penelitian ini di latar belakangi oleh terjadinya permasalahan pada Standar Operasional Prosedur (SOP) teller di KJKS BMT Agam Madani Koto Tuo, dimana nasabah mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh teller sangat lama dan kurang cekatan. Terjadi antrean panjang karena kursi di ruang tunggu tidak mencukupi, atau masalah pada sistem terjadi saat orang mencoba membayar, padahal tidak banyak orang yang menggunakan layanan tersebut. Penulis menggunakan bahan primer dan sekunder untuk menyusun penelitiannya, yang mengikuti metodologi kualitatif. Selain itu, metode pengumpulan informasi melalui dokumentasi, wawancara, dan observasi langsung. Mengumpulkan data, membersihkannya, menampilkannya, dan menghasilkan kesimpulan merupakan langkah-langkah dalam proses analisis data. Penelitian dan analisis yang penulis lakukan membawa pada kesimpulan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) BMT telah diterapkan secara efektif. Teller telah melakukan tugasnya dengan baik, memberikan layanan tepat waktu kepada pelanggan yang tidak membuat mereka merasa tidak nyaman. merasa nyaman menggunakan jasa yang ditawarkan teller saat melakukan penyetoran dan penarikan tunai. Teller di KJKS BMT Agam Madani Koto Tuo memberikan pelayanan yang baik dan sebagian besar nasabah merasa puas. Namun, sebagian nasabah mengeluhkan lambatnya layanan transaksi teller sehingga membuat mereka harus mengantri lama. Penerapan program pemantauan, pelatihan, dan komunikasi sangat penting untuk memastikan bahwa layanan mematuhi Prosedur Operasi Standar (SOP). Selain itu, teller juga harus bersikap ramah, murah senyum, dan lemah lembut serta memahami tugas dan tanggung jawabnya untuk memberikan pelayanan yang baik.
Copyrights © 2024