Latar Belakang: Kabupaten Bondowoso memiliki tingkat pernikahan usia anak yang tinggi, terutama disebabkan oleh dorongan orang tua. Fenomena ini berpotensi menimbulkan dampak negatif, seperti stunting pada anak. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, terutama remaja SMA, tentang konsekuensi pernikahan dini. Tujuan: Penyuluhan bertujuan untuk mengedukasi remaja SMA di Kabupaten Bondowoso tentang dampak buruk pernikahan dini serta mendorong upaya pencegahannya. Metode: Penyuluhan dilakukan di SMK 1 Tapen menggunakan metode ceramah pada 3 Desember 2022 dengan tema "Stop Pernikahan Dini". Hasil: Sebanyak 39 peserta aktif mengikuti kegiatan penyuluhan dan menunjukkan respons yang positif. Namun, terdapat kekurangan pengetahuan mengenai batas usia perkawinan dan anatomi fisiologi reproduksi internal perempuan di kalangan remaja. Kesimpulan: Penyuluhan merupakan langkah efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat Bondowoso tentang dampak negatif pernikahan dini dan mendorong langkah-langkah pencegahannya.
Copyrights © 2024