Kompleksitas perfeksionisme pada siswa Gifted di SMA Kota Sorong, menunjukkan dinamika yang menarik antara motivasi atau dorongan untuk mencapai kesempurnaan dengan tantangan mengelola ekspektasi yang tinggi. Syarat seorang siswa dapat dinyatakan sebagai anak gifted adalah harus memiliki skor IQ > 130 skala Weschler atau skala TIKI (Tes Inteligensi Kolektif Indonesia) serta menunjukkan keunggulan pada tiga area perkembangan. Area perkembangan tersebut yaitu kemampuan umum, kreativitas dan komitmen terhadap tugas Sifat perfeksionisme ini merupakan ketidakseimbangan perkembangan yang secara umum dapat ditemui pada anak gifted dengan beragam factor yang mempengaruhi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat factor determinan perfeksionisme pada siswa Gifted. Metode penelitian yang di gunakan adalah metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi berdasarkan Multidimensional Perfectionism Scale (MPS) dan wawancara. Skrining subjek penelitian dilakukan dengan melakukan tes inteligensi untuk mendapatkan siswa dengan kriteria gifted. Dari 50 siswa yang dites, terdapat 10 siswa yang memiliki IQ di atas 120. Hasil penelitian menunjukkan bahwa factor determinan perfeksionisme gifted pada siswa SMA di Kota Sorong di kelompokkan dalam tiga bagian, yaitu: perfeksionisme berorientasi dari diri sendiri, perfeksionisme terhadap orang lain, dan perfeksionisme yang berorientasi pada sosial.
Copyrights © 2024