Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran dukungan sosial dan rasa syukur terhadap subjective well being pada santri pengahafal al-quran di Pesantren. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi dan melibatkan 4 (empat) santri remaja di Kota Malang. Hasil penelitian menemukan bahwa dukungan sosial berperan sebagai penyangga stress dalam proses menghafal, sedangkan rasa syukur membantu santri memaknai pengalaman hidup secara positif. Kesimpualan: kombinasi keduanya menciptakan lingkungan emosional yang lebih sehat, meningkatkan kebahagiaan dan ketenangan hidup bagi para santri dalam pondok pesantren. Hal ini berdampak positif pada proses menghafalkan Al-Qur’an, sehingga para santri menjadi lebih semangat dan mampu menyelesaikan hafalannya dengan lebih cepat.
Copyrights © 2024