Beton merupakan material yang salah satu komponennya adalah batu belah atau andesit, yang berasal dari lokasi penambangan. Penambangan batu andesit di Desa Sidomekar, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, dikelola oleh PT. Batu Mulia Andalas Lampung. Investasi di sektor ini membutuhkan biaya besar dan risiko tinggi, sehingga perencanaan yang matang sangat penting. Namun, PT. Batu Mulia Andalas Lampung belum melakukan studi kelayakan finansial. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kelayakan suatu investasi, berapa lama pengembalian modal yang telah diinvestasikan serta memberi gambaran untuk menentukan perkiraan harga jual dan biaya produksi yang layak. Kriteria kelayakan investasi finansial yang digunakan ada beberapa perhitungan yaitu Net Present Value (NPV), Gross Benefit Cost Ratio (G B/C Ratio), Internal rate of Return (IRR), dan Payback Period (PBP). Metode untuk mencari nilai sensitifitas adalah dengan Trial and Error dengan mengganti nilai varialel peubah. Biaya investasi yang direncanakan untuk membuka tambang adalah sebesar Rp. 34.290.290.099 yang terdiri dari modal tetap yaitu sebesar Rp. 25.243.417.650 dan modal kerja sebesar Rp. 9.046.872.449. Hasil analisis menunjukkan Net Present Value (NPV) positif yaitu sebesar Rp 5.968.559.177, Internal Rate of Return (IRR) investasi tersebut lebih besar dari tingkat pengembalian minimum yang diharapkan (i*=4%) yaitu sebesar 11,7%, nilai Benefit Cost Ratio (BCR) 1,24 (lebih dari 1), dan Payback Periode (PBP) selama 4,12 tahun yaitu lebih cepat dari umur investasi selama 5 tahun. Titik kerugian investasi proyek terjadi jika harga mengalami penurunan sebesar 0,9% atau biaya operasi meningkat sebesar 13%, karena pada kondisi tersebut nilai NPV, IRR, BCR, dan PBP tidak memenuhi kriteria kelayakan.
Copyrights © 2024