Teaching Factory merupakan suatu konsep pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK). Kelapa sawit (elaeis guineensis) merupakan tanaman dirancang untuk memenuhi kebutuhan industri seluruh bagaian dari morfologi tanaman bermanfaat bagi kehidupan manusia memiliki nilai ekonomis. Target Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) oleh pemerintah sebanyak 185.000 hektar setiap tahun yang tergabung dalam kelembagaan pekebun maupun swadaya mandiri. Dalam rangka peran serta mensukseskan program pemerintah, SMK Negeri Pangkalan Kuras melalui TeFa turut serta dalam penangkaran benih unggul kelapa sawit yang dibutuhkan dalam program PSR tersebut baik PSR. Pelaksanaan TeFa oleh SMK Negeri Pangkalan Kuras melibatkan Dunia Usaha yaitu PT. Graha Map Indonesia dan agent sebagai guru tamu adalah Dosen Program Studi Manajemen Faklutas Ekonomi dan Bisnis Unoiversitas Persada Bunda Indonesia. Metode pelaksanaan TeFa dilakukan tiga tahap yaitu persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan menunjukan bahwa pasar benih unggul adalah seluruh Masyarakat pekebun yang telah memasuki kondisi tanaman tua dan rusak dengan target 185.000 ha seetiap tahunya. Jenis benih yang dipilih adalah varietas PPKS 540 dan Dami Mas. Harga jual benih pada kisaran Rp.40.000,- hingga Rp.52.000,- sesuai dengan umur dan varietas benih. Harga tersebut sudah termasuk biaya seleksi, pemangkasan dan muat diatas kendaraan. Pembeli benih siap sebar memiliki hak untuk menentukan kendaraan yang akan digunakan untuk mengangkut dan mendistribusikan benih tersebut. Kesimpulan bahwa TeFa menghasilkan benih unggul kelapa sawit siap sebar dari sumber benih unggul tersertifikasi, segmentasi pasar yang menjadi target pemasaran adalah petani kelapa sawit swadaya yang memasuki usia replanting dengan harga jual berkisar antara Rp.40.000,- hingga Rp.52.000,- dengan sistem promosi melalui media sekolah dan siswa jurusan Agribisnis Tanaman
Copyrights © 2024