Mandi Balimau Kasai di Desa Kembang Bunga, Kabupaten Pelalawan, merupakan warisan budaya yang penting dalam menyambut bulan suci Ramadhan. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, tradisi ini mengalami perubahan yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, dengan hilangnya batasan antara laki-laki dan perempuan serta munculnya perilaku yang bertentangan dengan syariat. Oleh karena itu, diperlukan solusi desain yang dapat mempertahankan nilai-nilai budaya dan tetap diterima oleh masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu observasi untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif tentang fenomena ini. Melalui analisis solusi desain didapatkan,dan diharapkan solusi desain dapat memberikan inovasi baru dalam mempertahankan nilai-nilai kearifan lokal budaya Mandi Balimau di Desa Kembang Bunga.Kata Kunci: kearifan lokal, mandi balimau, RIAU, adat melayu, budaya
Copyrights © 2024