Dalam dunia pendidikan, guru merupakan seorang pendidik yang mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kreativitas anak didiknya, khususnya dalam pembelajaran kreatif seperti seni dan budaya. Kualitas seorang guru seni budaya ditentukan oleh kemampuannya dalam menguasai keterampilan khusus yang dapat diajarkan kepada peserta didik sehingga guru perlu meningkatkan keterampilannya agar menjadi pendidik yang profesional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas pelatihan shibori menggunakan pewarna alami kulit rambutan dengan peserta guru seni budaya SMA se-Jakarta Barat sebagai upaya meningkatkan keterampilan. Metode penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus pada pelatihan shibori di SMA Negeri 94 Jakarta. Hasil pelatihan menunjukkan seluruh peserta mampu menciptakan karya shibori sesuai tahapan yang telah diajarkan. Hasil penilaian keterampilan menunjukkan rata-rata skor peserta sebesar 3,6 dengan kategori sangat baik. Proses pengikatan merupakan bagian yang sangat penting dalam menghasilkan motif pada kain, sehingga memerlukan keahlian khusus dalam mengikat kain. Beberapa peserta mengalami kegagalan akibat proses pengikatan yang kurang kuat. Pemanfaatan pewarna alam berupa ekstraksi kulit rambutan dapat menjadi salah satu alternatif guru dalam mengajar kepada siswa di sekolahnya masing-masing karena ramah lingkungan dan mudah didapat.
Copyrights © 2024