Permintaan akan vanillin semakin meningkat, sedangkan jumlah produk vanillin sendiri terbatas karena pembuatan vanillin dari batang tanaman vanillin memerlukan biaya yang cukup besar, sehingga diperlukan alternatif bahan baku lain untuk membuat vanillin secara sintesis salah satunya dari isoeugenol yang merupakan isomer dari eugenol. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan proses oksidasi yang dapat menghasilkan rendemen vanillin yang tinggi, mengetahui pengaruh dari variasi suhu terhadap kemurnian vanillin yang dihasilkan dari reaksi oksidasi isoeugenol. Pembuatan vanillin dari isoeugenol dilakukan dengan cara mengoksidasi isoeugenol menjadi vanillin. Pada penelitian ini akan dilakukan proses oksidasi dengan oksidator Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt untuk mendapat kondisi optimum dalam percobaan ini dilakukan variasi suhu oksidasi 95 oC, 97,5 oC, 100 oC, 102,5 oC, 105oC, 107,5oC selama 1 jam. Proses pembuatan vanillin dari isoeugneol terdiri dari proses oksidasi, proses ekstraksi dengan menggunakan toluen, proses evaporasi untuk menguapkan toluen dan rekristalisasi untuk memurnikan kristal vanillin. Dari hasil penelitian diperoleh hasil bahwa suhu terbaik untuk reaksi oksidasi adalah 102,5oC dengan kadar vanillin setelah reaksi oksidasi adalah 93,12% , sedangkan kadar kristal vanillin setelah rekristalisasi adalah 99,02% dan rendemen nya sebesar 82,70%. Kata kunci: Isoeugenol, Nitrobenzen Sulfonic Acid Sodium Salt, Oksidasi, Vanillin.
Copyrights © 2024