Latar belakang: Salah satu faktor penting dalam mencegah stunting pada anak adalah pemberian ASI. ASI eksklusif adalah praktik pemberian ASI kepada bayi yang hanya menerima ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama 6 bulan pertama kehidupannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan riwayat pemberian air susu ibu eksklusif dengan kejadian balita berisiko stunting Di Desa Getasan Kabupaten Badung. Jenis penelitian menggunakan metode pendekatan secara cross sectional. Pelaksanaan pada bulan Maret-April 2024 dengan tehnik Proportional Random sampling. Sampel berjumlah 52 balita yang memenuhi kriteria inklusi. Instrument pengumpulan data dengan lembar observasi. Hasil penelitian mayoritas ibu memiliki riwayat pemberian ASI eksklusif sejumlah 73,1% responden dan mayoritas balita tidak beresiko stunting sejumlah 90,4% dan balita berisiko stunting sejumlah 9,6% responden. Uji analisis menggunakan uji Contingency Coefficient didapat nilai signifikansi p = 0,001. Simpulan penelitian ini bahwa bayi yang tidak mendapatkan ASI ekslusif dapat menyebabkan kekurangan gizi yang dimana dapat menyebabkan balita berisiko stunting sehingga ada hubungan riwayat pemberian air susu ibu eksklusif dengan kejadian balita berisiko stunting Di Desa GetasanKabupaten Badung. Saran kepada keluarga bayi penelitian ini dapat digunakan sebagai gambaran pada orangtua tentang pemberian ASI ekslusif pada bayi yang mengalami stunting dan orangtua dapat memberikan makanan sesuai dengan usia bayi
Copyrights © 2024