PT. Kimia Farma (Persero) Tbk, salah satu perusahaan farmasi terkemuka di Indonesia, beroperasi sebagai perusahaan publik atau Badan Usaha Milik Negara dalam industri farmasi. Penurunan laba menyebabkan kerugian yang terjadi pada tahun 2022 menjadi perhatian signifikan menjadi -Rp109,78 miliar di mana perusahaan mengalami kerugian yang mencolok yaitu sebesar Rp 399,67 miliar dibandingkan dengan laba yang tinggi pada tahun 2021 sebesar Rp 289,88 miliar. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja keuangan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk dari tahun 2018 hingga 2022 dengan menggunakan metode analisis vertikal dan horizontal. Hasil penelitian ini berupa model kinerja keuangan serta rekomendasi yang ditujukan kepada perusahaan itu sendiri dan para investor yang memerlukan informasi keuangan. Penelitian ini melalui pendekatan deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang mengandalkan data sekunder, terutama laporan neraca yang tersedia di situs resmi. Analisis data yang digunakan yaitu analisis common size dan analisis perbandingan laporan keuangan. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa kondisi keuangan PT. Kimia Farma (Persero) Tbk dinilai memiliki risiko yang perlu diperhatikan, dan kinerja keuangan perlu ditingkatkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Implikasi praktis tersebut akan mengarahkan pada rekomendasi penting bagi perusahaan yang didiskusikan dan disampaikan pada bagian akhir artikel.
Copyrights © 2024