Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kontrol, dan modul komunikasi yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, desain sistem, pengembangan prototipe, uji lapangan, analisis data, dan evaluasi sistem. Hasil dari uji lapangan menunjukkan bahwa sistem monitoring ini dapat memberikan data real-time tentang tingkat kekeruhan air, memungkinkan petani ikan lele untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Penggunaan PLTS sebagai sumber energi utama merupakan solusi inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Sistem ini dapat menghemat listrik hingga 45% penggunaan listrik dan dapat mengcover 95% kebutuhan listrik pada system monitoring turbdity aquaculture untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele. Hal menunjukkan pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan yang lebih rendah. Implementasi teknologi ini dapat mengetahui kekeruha yang dapat ditoleransi untuk kualitas hidup ikan lele yaitu 26 NTU dan kekeruhan yang maksimal yaitu kurang dari 50 NTU. Evaluasi sistem menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan lele, serta keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani ikan.
Copyrights © 2024