Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PKM PELATIHAN PEMBUATAN DAN PEMELIHARAAN SISTEM KONTROL HIDROPONIK Hasan, Fuad; Muhtadi, Ahmad; Jamiyanti, Eva; Herlina, Amalia; Wardatul Jannah, Sutra
Gotong Royong Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/gr.v1i2.39

Abstract

Pertanian hidroponik adalah metode pertanian modern yang semakin populer karena efisiensinya dalam penggunaan air dan lahan. Namun, untuk mempertahankan keberhasilan sistem hidroponik, diperlukan pemantauan dan kontrol yang cermat terhadap kondisi lingkungan dan parameter pertumbuhan tanaman. Penggunaan mikrokontroler dan teknologi Internet of Things (IoT) telah menawarkan solusi yang inovatif dalam mengotomatisasi dan memonitor sistem hidroponik secara efektif. PKM ini mengusulkan pelatihan penggunaan alat dan pemeliharaan hidroponik yang menggunakan mikrokontroler untuk mengatur parameter seperti suhu, kelembaban, pH larutan nutrisi, dan konsentrasi nutrisi secara otomatis. Integrasi dengan teknologi IoT memungkinkan pemantauan real-time dari jarak jauh melalui aplikasi mobile atau platform web, memungkinkan petani untuk mengambil tindakan korektif yang cepat. Dengan memanfaatkan teknologi ini, pengembangan alat pemeliharaan hidroponik tidak hanya meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya, tetapi juga mendorong inovasi dalam pertanian berkelanjutan. Penelitian ini memberikan pandangan tentang potensi dan manfaat penggunaan mikrokontroler dalam meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan pertanian hidroponik di era digital ini.
Sistem Monitoring Water Turbidity Aquaculture Pada Budidaya Ikan Lele Bebasis PLTS Jamiyanti, Eva; Agustini, Eka Herlina; Fata, Indra
Jurnal Ilmiah Telsinas Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38043/telsinas.v7i2.5615

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu sektor perikanan yang memiliki potensi besar di Indonesia. Namun, pada kualitas air khususnya kekeruhan atau turbidity  menjadi tantangan utama yang mempengaruhi pertumbuhan dan kesehatan ikan lele. Sistem yang dirancang terdiri dari sensor kekeruhan, unit kontrol, dan modul komunikasi yang ditenagai oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Metodologi penelitian mencakup studi literatur, desain sistem, pengembangan prototipe, uji lapangan, analisis data, dan evaluasi sistem. Hasil dari uji lapangan menunjukkan bahwa sistem monitoring  ini dapat memberikan data real-time tentang tingkat kekeruhan air, memungkinkan petani ikan lele untuk mengambil tindakan yang cepat dan tepat. Penggunaan PLTS sebagai sumber energi utama merupakan solusi  inovatif yang efisien dan berkelanjutan. Sistem ini dapat menghemat listrik hingga 45% penggunaan listrik dan dapat mengcover 95% kebutuhan listrik pada system monitoring turbdity aquaculture  untuk meningkatkan kualitas air dalam budidaya ikan lele. Hal menunjukkan pengurangan biaya operasional dan dampak lingkungan yang lebih rendah. Implementasi teknologi ini dapat mengetahui kekeruha yang dapat ditoleransi untuk kualitas hidup ikan lele yaitu 26 NTU dan kekeruhan yang maksimal yaitu kurang dari 50 NTU. Evaluasi sistem menunjukkan peningkatan produktivitas dan kesehatan ikan lele, serta keuntungan ekonomi yang signifikan bagi petani ikan.
PKM Pelatihan dan Sosialisasi Penggunaan Alat Monitoring Water Turbidity Berbasis PLTS Jamiyanti, Eva; Handayani, Suci; Masruroh, Lutvi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 1 No. 4 (2024): November
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v1i4.21

Abstract

Budidaya ikan lele merupakan salah satu usaha perikanan yang signifikan di Sukodadi Paiton. Namun, para pembudidaya menghadapi tantangan besar dalam menjaga kualitas air yang optimal, terutama terkait masalah kekeruhan air yang dapat mengganggu kesehatan dan pertumbuhan ikan. Untuk mengatasi masalah ini, penggunaan alat monitoring kekeruhan air berbasis Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi solusi yang inovatif dan efisien.Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada para pembudidaya lele di Sukodadi Paiton mengenai penggunaan alat monitoring kekeruhan air berbasis PLTS. Melalui pelatihan ini, diharapkan para pembudidaya dapat memahami cara kerja alat tersebut, manfaatnya dalam pemantauan kualitas air secara real-time, dan bagaimana interpretasi data yang dihasilkan untuk tindakan pencegahan dini.Metode pelaksanaan kegiatan meliputi penyediaan alat dan materi edukasi, pelatihan langsung di lapangan, pendampingan penggunaan alat, serta evaluasi efektivitas program. Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan kemampuan pembudidaya dalam memantau kualitas air, peningkatan produktivitas budidaya lele, dan pengurangan tingkat kematian ikan akibat kualitas air yang buruk.Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat pembudidaya lele di Sukodadi Paiton dan mendukung praktik budidaya yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Perbandingan Performa Optimasi MPPT Menggunakan Alghoritma Particle Swarm Optimization dan Firefly Algorithm pada Photovoltaic dalam Kondisi Bayangan Partial Jamiyanti, Eva; Wardatul Jannah, Sutra; Hasan, Fuad
Akiratech Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : CV. Akira Java Bulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63935/akiratech.v1i2.37

Abstract

Pada dasarnya,  energi Photovoltaic (PV) yang didistribusikan langsung ke konsumen  tidak selalu  berada dalam kondisi optimal. Jika intensitas cahaya atau suhu yang diterima oleh panel surya berubah misalnya dalam kondisi pasial shading. Hal ini dapat disebabkan oleh awan yang menghalangi matahari atau faktor lainnya. Penyaringan sebagian dari panel surya dapat memiliki dampak signifikan pada daya keluarannya. Oleh karena itu, energi atau daya yang disupply ke beban dapat bervariasi, dan bahkan energi yang dihasilkan mungkin tidak optimal. Sebuah metode kontrol khusus diperlukan untuk jumlah daya yang paling signifikan. Maximum Power Point Tracking (MPPT) adalah teknik yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan output energi panel surya. Namun, praktik yang telah digunakan sejauh ini sering kali terjebak dalam puncak lokal (Local peak)dan periode konvergensi yang panjang. Untuk mengatasi kelemahan pada penelitian sebelumnya digunakan 2 metode heuristic yaitu Metode Particel Swarm Optimization (PSO) dan Firefly  alghorithm.Penelitian ini menggambarkan kelebihan dan kekurangan PSO dan FA dalam memantau daya optimal dari PV dalam kondisi penyaringan sebagian. Hasil simulasi menunjukkan bahwa algoritma FA lebih handal dibandingkan dengan algoritma PSO dalam pemantauan, dengan tingkat keberhasilan sekitar 98,9% dan 99,7% serta tingkat kegagalan sekitar 1,3%. Dalam kasus ini, FA lebih efektif sebesar 1,96% dibandingkan dengan PSO. PSO sekitar 0,33% lebih cepat dalam pemantauan.
Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT muhtadi, ahmad; Hasan, Fuad; Jamiyanti, Eva; warda, Sutra
Journal of Electrical Engineering and Computer (JEECOM) Vol 5, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Nurul Jadid

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33650/jeecom.v5i2.9007

Abstract

Aquaponik merupakan perpaduan antara budidaya tanaman dan budidaya ikan. Akuaponik terus menerus menggunakan air dari peternakan ikan ke tanaman dan mengembalikannya ke kolam ikan. Dasar dari sistem ini adalah untuk memasok air yang optimal untuk setiap bahan baku menggunakan sistem sirkulasi, dan menggunakan kemajuan teknologi untuk memudahkan tenaga kerja manusia. Studi dengan judul “Rancang Bangun Smart Akuaponik Tanaman Kangkung Air Dan Budidaya Ikan Koi Menggunakan Protokol MQTT”. Yang dapat memantau dan mengontrol parameter tersebut dengan menggunakan smartphone sehingga memudahkan para petani atau pengguna dalam pengecekan meskipun dalam jarak jauh. Dimana ada beberapa alat yang menjadi pendukung dalam pembuatan alat tersebut adalah sensor pH sebagai pendeteksi asam dan basa pada air di akuaponik, sensor DS18B20 sebagai pendeteksi suhu air pada akuaponik, Sensor Hujan sebagai pendeteksi hujan atau tidak, motor servo sebagai penggerak untuk pembeian pakan pada ikan  Growlight sebagai pengganti cahaya matahari, LCD I2C sebagai menampilkan display, Water Pump sebagai mengalirkan air yang ada di aquarium atau kolam kepada tanaman, MQTT sebagai mengontrol hadware dari jarak jauh serta bisa menunjukkan informasi sensor, menaruh informasi visual. ESP8266 dan Arduino Nano sebagai control dari semua komponen serta dapat terhubung dengan ke wifi atau internet. Penggunaan beban jika tidak terjadi hujan pada alat ini sekitar 216 Watt perharinya, sedangkan ketika terjadi hujaan penggunaannya sekitar 375 Watt perharinya
Optimalisasi Pelacakan Daya Maksimum pada Panel Fotovoltaik menggunakan Firefly Algorithm dalam Kondisi Partial Shading Jamiyanti, Eva; Pratama, Berwyn Fawaaz; Murobby, Ahmad Khoirul
Jurnal Sains dan Teknologi (JSIT) Vol. 5 No. 3 (2025): September-Desember
Publisher : CV. Information Technology Training Center - Indonesia (ITTC)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47233/jsit.v5i3.3992

Abstract

The use of solar energy as an alternative energy source continues to increase along with global energy needs and environmental awareness. However, the efficiency of the photovoltaic (PV) panel system is greatly influenced by variations in sunlight intensity, especially in partial shading conditions. This condition causes the emergence of several local maximum power points, which makes it difficult for conventional MPPT (Maximum Power Point Tracking) systems to find the global maximum power point (GMPP). In this study, an MPPT method based on the Firefly Algorithm (FA) was developed, a metaheuristic optimization algorithm inspired by the behavior of fireflies in attracting partners through light intensity. This method was chosen because of its ability to explore non-linear search spaces and avoid traps at local maximum points. The study was conducted through modeling of the PV panel system and simulations in various partial shading scenarios using MATLAB/Simulink software. The Firefly Algorithm was then applied to search for the maximum power point and its performance was compared with conventional MPPT methods such as Perturb and Observe (P&O) and Incremental Conductance (IC). The discussion plan includes analysis of power tracking efficiency, convergence time, and system stability under changing lighting conditions. It is expected that the results of this study can contribute to the development of a more adaptive and efficient MPPT control system for modern solar power systems, especially in areas with high levels of shade.
PKM Pelatihan Perancangan Prototype  Internet of Things (IoT) untuk Smart Aquaculture Jamiyanti, Eva; Ainur Rofiq, Mohammad; Wahyu Kurniawan, Danif
Transformative Service Journal Vol 1 No 3 (2025): Desember
Publisher : Yayasan Literasi Altruis Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vocational High Schools Nurul Jadid (SMKNJ) as vocational education institutions have a strategic role in producing skilled human resources who are ready to face the challenges of industry 4.0. However, based on the results of observations and communication with SMK partners in coastal areas, it was found that students still have limited knowledge and skills in the application of Internet of Things (IoT) technology, especially in the context of relevant industrial worlds such as aquaculture. This is a major problem because the low understanding of technology makes SMK graduates less competitive and have minimal innovation in developing appropriate technology-based solutions. This community service activity was carried out in the form of intensive training for SMK students through the method of delivering materials, demonstrations, and direct practice workshops. The focus of the training was on creating a prototype of an IoT-based water quality monitoring system consisting of a microcontroller device (ESP32), temperature sensor, pH sensor, and cloud-based monitoring system (such as Blynk or Thingspeak). This solution not only provides conceptual understanding, but also practical skills that can be directly applied to the needs of industry and student projects. Based on the evaluation conducted using a pre-test, students' understanding of IoT concepts increased by 35%. This indicator of success was proven by feedback from participants, the successful training demonstrated their ability to independently build functional prototypes, and 95% of participants successfully assembled and programmed the basics. Thus, this activity is able to bridge the gap between industry needs and the skills of vocational school students and open up opportunities for local innovation in the field of smart aquaculture.